10 Buku dan Novel Favorit Saya November 21, 2009
Posted by Joevarian in Litterature, The Words.Tags: opini
add a comment
Membicarakan mengenai buku, ada beberapa buku yang menjadi favorit saya. Banyak diantaranya yang memberikan kesan tertentu bagi diri saya lewat gaya cerita dan penuturannya, isi cerita dan panduan yang ditulis, serta amanat yang terkandung di dalam buku itu. Disini saya akan menuliskan mengenai 10 buku yang memberikan kesan istimewa bagi saya baik fiksi maupun non-fiksi yang menjadi. Saya juga ingin berterimakasih kepada mereka yang telah menulis beberapa buku ini, yang telah merubah sebagian besar hidup saya. Terlepas daripada itu, mungkin buku – buku dibawah ini yang saya urutkan dari belakang, bisa menjadi referensi tertentu bagi kalian yang ingin mencari buku.
10. The Curse of Baskerville – Sir Arthur Conan Doyle (Genre: Novel – Misteri Detektif)
Salah satu dari serial novel Sherlock Holmes yang terbaik menurut saya. Banyak yang bilang “The Curse of Baskerville” tidak sehebat “A Study in Scarlet”, tapi saya justru berkata sebaliknya. Saya sangat menyukai keadaan dimana misteri telah berubah menjadi ketegangan yang penuh tanda tanya. Saya mendapatkan itu di novel ini. Berbeda dengan novel – novel Agatha Christie dimana sang penulis senang memberikan petunjuk pada pembaca untuk menemukan pelakunya terlebih dulu, Conan Doyle justru hanya memberikan begitu sedikit petunjuk disini dan agak samar. Walau begitu, gaya penulisan Conan Doyle saya anggap merupakan yang terbaik dari semua novel yang saya baca. Secara keseluruhan, novel ini menegangkan menurut saya walaupun masih kalah menegangkan dibandingkan dengan novel –novel horror pada umumnya, kalian yang menyukai cerita misteri detektif harus membaca novel yang satu ini.
9. A Child Called “It” – Dave Pelzer (Genre: Psikologi – Life Story)
Buku ini merupakan kisah nyata yang terjadi pada Dave Pelzer , yang pada masa kecilnya mengalami siksaan dan perilaku abusif dari ibunya. Jika membaca keseluruhan trilogi buku yang ditulis Dave Pelzer mengenai kehidupannya dulu, maka kita akan tahu bahwa sang ibu sendiri juga mengalami tekanan pada masa kecilnya dimana nenek dari Dave sangat keras mendidik Ibu Dave. Satu lagi pembuktian bahwa kekerasan baik fisik (pemukulan, pelecehan) maupun mental (bullying, hinaan) tidak akan pernah menyelesaikan masalah dan kekerasan pada ujungnya akan berakhir dengan kekerasan pula atau dendam. Kasus Dave merupakan salah satu kasus terparah dan telah menjadi kasus Child Abuse nomor 3 terparah di Amerika Serikat pada masa itu. Buku ini pasti akan mengiris hati siapapun yang masih memiliki nurani.
8. Personality Plus – Florence Littauer (Genre: Psikologi – Kepribadian)
Salah satu dari 3 kompilasi buku – buku motivasi yang harus dibaca, diantaranya adalah “The Power of Thinking Big”, “How to Win Friends and Influence People”, dan “Personality Plus”. Personality Plus merupakan buku wajib yang harus dibaca oleh siapapun yang ingin lebih dalam mengenal kepribadian manusia. Buku ini membantu kita untuk lebih mengenal diri kita sendiri dan menerima segala kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki oleh kepribadian kita sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam buku ini ada 4 tipe kepribadian ditambah kepribadian campuran, yaitu perpaduan antara 2 atau lebih kepribadian di atas. 4 kepribadian yang dimaksud adalah Sanguinis yang Populer, Melankolis yang Sempurna, Koleris yang kuat, dan Phlegmatis yang Damai. Buku ini dilanjutkan dengan buku Pohon Kepribadian karya penulis yang sama. Saran saya, sebelum membaca buku ini bacalah terlebih dahulu 2 buku lainnya dari kompilasi buku – buku motivasi seperti yang saya sebutkan di atas.
7. Memang Hak-ku Untuk Menjadi Luar Biasa – Happy S. Tjandra (Genre: Psikologi – Motivasi)
Happy S. Tjandra sudah terkenal sebagai salah satu motivator terbaik di Indonesia. Salah satu buku-nya yang sudah menjadi bestseller diantaranya adalah “Change the World”, buku yang memberikan cara untuk mengubah hidup lewat perubahan tingkah laku kita. Buku-bukunya yang lain diantaranya adalah “MOTIV-8” dan “Look Who’s Laughing”. “Dalam buku Memang Hak-ku Untuk Menjadi Luar Biasa”, beliau menjabarkan banyak riwayat tokoh – tokoh terbesar di dunia yang ternyata tokoh – tokoh itu memiliki resep yang sama untuk berhasil, yaitu BERPIKIR POSITIF dan PERCAYA DIRI. DIbandingkan dengan buku – buku motivasi lainnya, buku ini bisa saya katakan lebih ringan karena disamping hanya memiliki kurang dari 150 halaman, dan isinya pun juga cukup sederhana. Walaupun cukup sederhana, tapi isinya penuh dengan makna dan sangat inspiratif sekali sehingga cocok untuk dibaca oleh semua kalangan, terutama mereka yang sedang mengalami keputusasaan, inferior syndrome, atau yang baru saja mengalami kegagalan dan tidak bisa mengatasinya.
6. Crooked House – Agatha Christie (Genre: Novel – Misteri Detektif)
Sebenarnya saya menyukai hampir semua novel – novel karya Agatha Christie, namun agak sulit untuk menentukan 2 novel terbaik yang akan saya tulis disini. 10 Novel terbaik karya Agatha Christie mungkin akan saya tulis di postingan berikutnya. Dalam novel Crooked House Buku Catatan Josephine), seperti biasanya Agatha Christie selalu memberikan ending yang mengejutkan. Tapi di novel ini, ending itu terlalu mengejutkan dan sangat menyentuh sekali. Dalam novel ini diceritakan mengenai seorang kakek pemimpin sebuah keluarga dalam satu rumah telah dibunuh. Pembunuh tidak diketahui dan tidak ada tanda – tanda perampokan sama sekali. Baru diketahui ternyata di dalam rumah tersebut, yang disebut Crooked House (Rumah Bobrok), salah satu penghuninya merupakan seorang pembunuh. Dan pembunuhnya adalah orang yang mungkin tidak akan pernah kita duga. Mengejutkan sekali! Dalam novel ini, petunjuk untuk menemukan pelakunya akan muncul seiring semakin banyaknya orang yang terbunuh. Satu quote dalam novel ini yang saya sukai adalah, “Pembunuh biasanya sangat angkuh, oleh karena itu apabila mereka telah membunuh, mereka biasanya tidak mau tinggal diam walaupun jika mereka diam, mungkin akan menyelamatkan mereka. Mereka akan muncul disekitar TKP untuk membuktikan kepandaiannya membunuh”.
5. Menguak Tabir Evolusi – Harun Yahya (Genre: Ilmu Alam – Biologi)
Teori evolusi sampai sekarang masih sangat kontroversial sekali. Pro dan kontra diantaranya datang dari kalangan ilmuwan dan agamis. Tapi dalam buku Harun Yahya yang berjudul Menguak Tabir Evolusi, dijelaskan mengenai kesalahan konsep dan banyaknya kelemahan serta kerapuhan dari teori evolusi. Tentu, dalam Islam, teori evolusi sama sekali tidak bisa diterima karena menganggap bahwa manusia memiliki nenek moyang berupa makhluk primata yang terus berevolusi menjadi manusia purba lalu menjadi manusia utuh. Menurut Harun Yahya, dalam teori evolusi, terdapat beberapa kelemahan diantaranya adalah penerimaan teori abiogenesis yang dicetuskan Aristoteles. Makhluk hidup bisa muncul dari sesuatu yang tidak hidup dan terjadi secara kebetulan. Adalah mustahil makhluk hidup terjadi secara kebetulan padahal kita melihat semua makhluk hidup mulai dari tingkat sel sampai organisme tersusun dalam tingkat kerumitan yang sangat tinggi dan terorganisir dengan sangat rapi. Walaupun kebetulan ini memang mungkin, tapi kemungkinannya sangat sangat kecil sekali sehingga dalam statistika pun, kejadian itu sangat mustahil. Kemudian hilangnya rantai evolusi pada hewan – hewan. Teori evolusi mengatakan dinosaurus berevolusi menjadi burung. Tapi sampai sekarang fosil antara burung dengan dinosaurus sama sekali belum ditemukan. Pernah fosil Archaeopteryx dianggap sebagai rantai itu, tapi ternyata Archaeopteryx hidup di zaman awal dinosaurus. Masih banyak kelemahan lainnya sehingga buku ini harus dibaca oleh semua umat muslim.
4. Mestakung – Yohanes Surya (Genre: Psikologi – Motivasi)
Buku yang singkat, tetapi sangat luar biasa. Dalam buku ini, selain Yohanes Surya memberikan banyak hal mengenai motivasi dan teori semesta mendukungnya, ia juga menceritakan mengenai pengalamannya menjadi mentor olimpiade untuk tim Indonesia sehingga Indonesia menjadi salah satu negara yang ditakuti dalam kancah olimpiade fisika internasional. Mengenai teori mestakung-nya (yang saya anggap dilihat dari segi fisika dan matematika tapi kurang memperhatikan dari segi psikologi), Pak Yohanes Surya mengatakan bahwa apabila terdapat suatu keadaan dimana suatu tujuan harus terpenuhi, maka seluruh bagian (semesta) akan mendukung agar tujuan itu tercapai. Dalam buku ini, saya sempat menangis dengan penuh haru ketika membaca bagian tim Indonesia yang memenangkan olimpiadefisika internasional 2006 sebagai juara umum. Bahkan haru itu masih muncul ketika saya sedang menulis postingan ini. Rasa nasionalisme kalian akan tersentuh apabila kalian membaca buku ini dari awal sampai akhir.
3. And Then There Were None – Agatha Christie (Genre: Novel – Misteri Detektif)
Novel Agatha Christie yang terbaik. Walaupun terakhir kali saya membaca novel ini sewaktu saya masih kelas 1 SMA, tapi novel ini masih merupakan novel terbaik yang pernah saya baca. Dalam novel ini memang tidak muncul detektif – detektif andalan Agatha Christie (Hercule Poirot, Miss Marple, Tommy and Tuppence, Ms. Oliver, dan Mr. Quinn), tetapi disitulah letak ketegangannya. Novel ini adalah novel misteri detektif – tanpa detektif. Diceritakan mengenai 10 orang yang tidak mengenal satu sama lain dan dengan latar belakang berbeda diundang untuk mengikuti sebuah tur ke pulau terpencil di selatan Devon. Mereka berpikir orang yang mengundang mereka ke tur adalah teman lama mereka.Awalnya, liburan itu begitu menyenangkan dengan pulau yang indah dan suasana yang menyenangkan sampai serentetan kejadian aneh terjadi. Mereka menemukan nama orang yang mengundang mereka adalah U.N.O. yang berarti unknown. Dan satu persatu dari 10 orang itu mati terbunuh… satu-persatu… Jangan mengaku sebagai fans Agatha Christie kalau belum membaca novel yang satu ini.
2. Berpikir Positif Untuk Remaja – Norman Vincent Peale (Genre: Psikologi – Motivasi)
Buku ini telah mengubah sebagian besar hidup saya. Saya, yang awalnya adalah seorang yang selalu berpikiran negative, tidak percaya diri, dan selalu merasa inferior, berubah secara drastis. Mereka yang sangat mengenal saya pasti tahu bahwa saya yang sekarang bukanlah saya yang dulu. Dan itu semua salah satunya berkat buku ini. Dalam postingan saya sebelumnya yang berjudul “Kiat Menumbuhkan Rasa Percaya Diri”, saya sudah menyinggung sedikit mengenai buku ini. Dalam buku ini, ditulis bahwa dasar dari kesuksesan setiap remaja dalam hidup adalah berpikir positif. Jangan pernah menyabotase diri sendiri dengan berpikir negatif. Apapun sebenarnya bisa kita lakukan asalkan kita percaya. Ingatlah bahwa nasib bisa kita kendalikan (nasib, bukan takdir) dan dalam hidup tak ada cara yang lebih baik untuk menjalaninya melainkan dengan berpikir positif. Satu quote yang sampai sekarang masih saya ingat dan masih saya jalani adalah perkataan, “Jika Tuhan bersama saya, segalanya bisa saya lakukan. Jika Tuhan bersama saya, siapa yang bisa menghalangi saya?”
1. Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain – Dale Carnegie (Genre: Psikologi – Motivasi)
Jujur saja saya belum menyelesaikan membaca buku ini. Tapi walaupun belum semua saya baca, buku ini dapat saya katakan adalah sebuah buku yang hebat sekali. DItulis oleh mendiang Dale Carnegie sang maestro motivasi dan pendiri yayasan Carnegie. Kiat – kiat dalam buku ini semuanya sangat bermanfaat dalam kehidupan yang lebih baik, terutama agar orang lain menyukai kita dan mengikuti apa yang kita inginkan. Agar kita disukai oleh orang lain, kita harus menyukai orang lain. Jangan pernah mengkritik, memaki, atau mengeluh kepada orang lain. Hargailah mereka semua dengan tulus dan berikan penghargaan kepada mereka. Tersenyumlah selalu, bukankah senyum itu ibadah? Bangkitkanlah minat orang lain, maka orang lain pun akan menyukai kita. Dalam buku ini saya belajar bahwa semua manusia memiliki harga diri yang tinggi sehingga semua orang ingin sekali dianggap penting. Hal ini adalah kelebihan manusia sekaligus kekurangan manusia juga. Dengan perasaan penting seperti itu, kita jadi sering mengkritik orang lain, memamerkan sesuatu pada orang lain, dsb. hanya untuk memuaskan perasaan penting kita. Dan saya juga jadi tahu bahwa tidak peduli seberapa berminat kita terhadap sesuatu, tidak ada orang lain yang berminat pada apa yang kita minati. Oleh karena itu, mereka, yang mengesampingkan minatnya, dan lebih melihat minat orang lain dan membicarakannya dengan orang itu, akan memperoleh banyak sekali keuntungan. “Bangkitkan minat dalam diri orang lain. Dia yang bisa melakukan ini akan memiliki seluruh dunia bersamanya. DIa yang tidak bisa akan berjalan di jalan yang sepi.” Buku terhebat yang pernah saya baca.
Pilihan Dalam Hidup Oktober 19, 2009
Posted by Joevarian in Philosophy, The Words.Tags: opini
1 comment so far
Hidup adalah mengenai pilihan. Siapa yang mengatakan hal itu untuk pertama kali saya tidak tahu, tetapi saya bisa mengatakan bahwa quote itu memang benar demikian adanya. Tentu, sebagai seorang Islam saya percaya pada takdir dan memang ada banyak hal yang tidak bisa kita ubah. Apakah kita bisa memilih siapa orangtua kita? siapa yang kita inginkan untuk menjadi keluarga kita? atau siapa jodoh kita? Tentu tidak. Semuanya sudah digariskan oleh Allah SWT dan tidak ada yang bisa mennyanggah-Nya. Tapi yang saya tekankan disini adalah nasib, bukan takdir. Kita sebenarnya bisa memilih bahkan mengendalikan nasib kita sendiri. Yang perlu kita lakukan hanyalah terus berpikir positif, ciptakan tujuan setinggi mungkin, dan terus beribadah kepada Allah SWT.
Tapi cukup mengenai philosophical talks. Disini saya hanya ingin menulis mengenai jurusan pilihan saya di universitas, yaitu jurusan kimia. Sebenarnya, apakah saya pantas dan cocok untuk berada d jurusan ini? Memang cita – cita saya adalah untuk menjadi ilmuwan yang bisa menaikkan derajat bangsa Indonesia di mata dunia. Tapi apakah saya ingin menjadi ilmuwan kimia? Selama beberapa bulan ini saya berada di jurusan kimia, saya sama sekali tidak menemukan tiran saya (saya menyebut tiran, seperti Sigmund Freud menyebutkan kata yang sama dan dengan makna yang sama). Saya tidak menemukan ketertarikan yang teramat sangat dalam ilmu kimia.
Kebanyakan mereka yang masuk FMIPA mungkin keluar dari Fakultas ini karena FMIPA dianggap kurang menghasilkan lulusan yang memiliki lapangan pekerjaan. Akan tetapi bukan itu alasan saya disini. Saya tidak peduli dengan prospek kerja suatu bidang ilmu yang saya dapat, karena bukan masalah apa yang bisa saya dapatkan dari ilmu itu, melainkan apa yang bisa saya berikan pada ilmu itu. Hanya saja saya masih merasa bahwa kimia bukanlah bidang saya dan sekarang ini jujur saja saya sedang kekurangan motivasi di jurusan kimia ini. Saya terus mempertanyakan kepada diri saya, apakah ini jurusan yang terbaik buat saya? Apakah saya cocok masuk ke jurusan ini?
Lewat beberapa “multiple intelligences test”, saya semakin yakin bahwa bakat saya berada di psikologi, filsafat, atau sejarah. Jurusan – jurusan yang sangat jauh dari bidang kimia. Dikatakan lewat tes-tes, saya memiliki “Intrapersonal Intelligence” yang merupakan kecerdasan melihat kepada diri sendiri. Orang-orang dengan kecerdasan Intrapersonal cenderung melihat kepada diri sendiri, sehingga memiliki wawasan yang luas mengenai sifat-sifat manusia dan filsafat kehidupan. Ini menyebabkan orang – orang intrapersonal sangat cocok berada di disiplin ilmu psikologi, filsafat, atau ilmu agama. Hal ini didukung pula dengan ketertarikan saya yang teramat sangat di dalam bidang psikologi, humaniora, dan filsafat. Dan sekarang ini saya harus memilih, apakah saya akan tetap di jurusan kimia ataukah saya pindah ke jurusan yang saya minati?
Walaupun begitu, saya tetap yakin bahwa jurusan kimia adalah yang terbaik buat saya saat ini. Everything happens for the Best, dan mungkin memang saya ditakdirkan untuk masuk ke jurusan ini. Walaupun begitu, saya masih termotivasi di jurusan ini karena merupakan satu-satunya jurusan kimia di Indonesia yang mendapatkan akreditasi internasional sehingga memudahkan akses untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Tapi juga tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan melanjutkan studi saya ke jurusan lain. Saya sungguh bingung…
Ada Apa Dengan Bumiku? September 25, 2009
Posted by Joevarian in General Geography & History, The Words.Tags: ilmu lingkungan
1 comment so far
Belum lama ini saya merasakan suatu fenomena alam yang baru pertama kali saya rasakan, yaitu gempa bumi. Peristiwa ini terjadi ketika saya tengah mengerjakan tugas kuliah di asrama sekitar jam sebelas malam. Kejadian itu sangat asing bagi saya hingga pada awalnya saya sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Setelah goncangan sedikit membesar, barulah saya sadar bahwa seluruh ruangan dan perabotan saya bergetar. Saya tercengang melihat sesuatu yang tidak biasa seperti ini. Bahkan sampai lupa lari sementara yang lain sudah menghambur keluar asrama. Di Jogja memang sering sekali terjadi gempa, tapi baru pertama kali ini saya rasakan. Apakah ini masih ada kaitannya dengan gempa besar di Tasikmalaya kemarin? Atau bencana-bencana yang banyak sekali terjadi belakangan ini? Sejak itu saya berpikir. Apa yang sebenarnya terjadi di dunia sekarang ini?
Saya berpikir ini adalah efek awal dari pemanasan global yang sedang melanda bumi kita ini. Ya, pemanasan global atau bahasa kerennya global warming. Tidak perlu lagi saya tulis apa itu global warming karena sudah umum sekali hal ini disebut. Akan tetapi walaupun istilah ini sudah sangat sering disebut, dijadikan wacana, dan sudah menjadi sesuatu yang diketahui hampir semua orang, pemanasan global hanyalah sesuatu yang dianggap sebagai angin lalu. Sesuatu yang tidak terlalu dipedulikan oleh manusia, terutama di Indonesia.
Padahal sudah jelas sekali efek awal dari fenomena yang baru pertama kalinya dalam sejarah ini menimpa saudara – saudara kita. Mulai dari meningkatnya suhu yang bisa dirasakan sekarang, banjir bandang yang melanda Sumatera Utara, longsor yang membunuh banyak orang, sampai gempa di Tasikmalaya kemarin. Alam sudah menunjukkan pada kita kemarahannya, dan waktunya kita mempertanggungjawabkan hasil dari perbuatan kita selama ini terhadap alam. Terhadap ciptaan-Nya. Ingat, ini baru dampak yang sangat kecil sekali dibandingkan dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Diperkirakan bahwa 20 sampai 40 tahun yang akan datang, akan terjadi banyak sekali hal yang tidak pernah kita lihat di dalam sejarah sebelumnya. Dikatakan bahwa pada masa itu, Kutub Utara sudah mencair dan dampaknya adalah banyak sekali daratan yang akan tenggelam seperti daratan Shang-Hai di China, Selatan India, Pesisir Florida, dan masih banyak lagi. Bahkan, pulau Jawa diprediksi akan menjadi pulau yang paling pertama tenggelam di dunia akibat ini. Lebih jauh lagi wabah kelaparan, bahkan kesulitan air bersih akan melanda dunia ini secara umum. Dampak di Kutub Utara sendiri sudah sangat menyedihkan. Spesies – spesies hewan disana semakin terancam punah , seperti gambar di bawah ini.

Beruang kutub atau polar bear adalah hewan khas Kutub Utara yang menjadi simbol benua arktik itu sendiri. Namun akibat dari ulah kita, mereka terkena imbasnya. Dataran es tempat tinggal mereka telah banyak yang mencair sehingga mereka kesulitan mencari mangsa mereka, dan akibatnya bisa berujung kepada kepunahan spesies ini. Pernah saya melihat di suatu acara TV yang memperlihatkan beruang kutub yang sudah menjadi begitu kurus sekali akibat kesulitan mencari mangsa. Sungguh mengenaskan jika kalian juga melihatnya di TV. Hal ini juga akan berdampak pada spesies-spesies lainnya di kutub utara seperti penguin, singa laut, dan lain-lain. Akan tetapi yang lebih mengejutkan lagi, diprediksi bahwa di masa yang akan datang dan dalam waktu yang dekat, spesies flora dan fauna yang akan punah mencapai angka 80% dari keseluruhan spesies. Sudah sebegini sakitkah bumi kita ini?
Sampai sekarang saya menganggap pemerintah sama sekali belum melakukan sesuatu yang serius untuk menghimbau masyarakat agar memperhatikan lingkungan hidup. Presiden memang sudah menyelenggarakan dan menghadiri berbagai konferensi yang membahas mengenai pemanasan global dan dampaknya, tetapi saya masih melihat bahwa pemerintah sendiri terkesan tidak melakukan apa – apa untuk ini. Kendaraan justru semakin banyak di Indonesia, bahkan dari apa yang saya baca (saya lupa sumbernya) Indonesia adalah salah satu penyumbang emisi gas CO2 terbesar yang berasal dari kendaraan. Di Eropa, banyak yang sudah memberlakukan peraturan – peraturan seperti penggunaan sepeda di Inggris, pengurangan emisi Co2 di Jerman dengan mengurangi tenaga fosil, atau banyak yang beralih ke sumber daya yang ramah lingkungan karena kesadaran mereka terhadap pemanasan global. Mereka sadar bahwa bumi yang kita tempati membutuhkan bantuan dari kita untuk bertahan. Mereka sadar jika tidak ada yang dilakukan mengenai hal ini, umur bumi tidaklah lama lagi. Lalu dimanakah peran kita wahai bangsa Indonesia?
Secangkir Pengenalan Kepribadian dari Florence Littauer September 13, 2009
Posted by Joevarian in Philosophy, The Words.Tags: psikologi
add a comment
Baru saja saya mengikuti tes kepribadian yang saya dapat dari sebuah situs menarik, http://www.oneishy.com/. Tes kepribadian ini merupakan tes yang sudah diketahui secara luas diseluruh dunia lewat buku karangan Florence Littauer yang berjudul “Personality Plus”. Dari buku itu, dapat diketahui bahwa secara umum manusia bisa dibagi atas 4 watak yaitu Sanguinis (dilambangkan dengan musim semi) yang ceria, spontan, humoris, tetapi egois; Melankolis (dilambangkan dengan musim gugur) yang rapi, penuh kasih, idealis, tapi pemurung; Koleris (dilambangkan dengan musim panas) yang berkemauan kuat, pemberani, mandiri, tapi pemarah; Plegmatis (dilambangkan dengan musim salju) yang setia, damai, tenang, tetapi malas. Nah, dari tes itu saya mendapatkan hasil yang demikian:
Joevarian,
Your personality is Melancholy Phlegmatic
Melancholy Strength:14 Weakness:18 80%
Phlegmatic Strength:4 Weakness:1 13%
Sanguine Strength:1 Weakness:1 5%
Choleric Strength:1 Weakness:0 3%
Wow, ternyata hasil saya adalah 80% melankolis, 13% plegmatis, 5% sanguinis, dan 3% koleris. Cukup mengejutkan karena awalnya saya berpikir saya orang plegmatis. Tapi ketika lebih jauh lagi dipikir, saya kira mungkin ada benarnya juga. Hampir semua sifat – sifat orang melankolis mereprentasikan diri saya seutuhnya. Sementara itu mengenai sifat sanguinis dan koleris, saya rasa saya hampir tidak memiliki semuanya. Berikut ini adalah deskripsi mengenai kelebihan dan kekurangan dari keempat kepribadian yang diambil dari situs yang telah saya sebutkan diatas.
Strengths of a Sanguine
The Extrovert | The Talker | The Optimist
- Appealing personality
- Talkative, Storyteller
- Life of the Party
- Good sense of humor
- Memory for color
- Physically holds on to listener
- Emotional and demonstrative
- Enthusiastic and expressive
- Cheerful and bubbling over
- Curious
- Good on stage
- Wide-eyed and innocent
- Lives in the present
- Changeable disposition
- Sincere at heart
- Always a child
- Makes Home Fun
- Is liked by children’s friends
- Turns disaster into humor
- Is the circus master
- Volunteers for Jobs
- thinks up new activities
- Looks great on the Surface
- Creative and colorful
- Has energy and enthusiasm
- Starts in a flashy way
- Inspires others to join
- charms others to work
- Makes friends easily
- Loves People
- Thrives on compliments
- Seems exciting
- envied by others
- Doesn’t hold grudges
- apologizes quickly
- Prevents dull moments
- Likes spontaneous activities
Weaknesses of a Sanguine
The Extrovert | The Talker | The Optimist
- Compulsive talker
- Exaggerates and elaborates
- Dwells on trivia
- Can’t remember names
- Scares others off
- Too happy for some
- Has restless energy
- Egotistical
- Blusters and complains
- Naive, gets taken in
- Has loud voice and laugh
- Controlled by circumstances
- Gets angry easily
- Seems phony to some
- Never Grows Up
- Keeps home in a frenzy
- Forgets children’s appointments
- disorganized
- Doesn’t listen to the whole story
- Would rather talk
- forgets obligations
- Doesn’t follow through
- Confidence fades fast
- Undisciplined
- Priorities out of order
- Decides by feelings
- Easily distracted
- Wastes time talking
- Hates to be alone
- Needs to be center stage
- Wants to be popular
- Looks for credit
- dominates conversations
- Interrupts and doesn’t listen
- answers for others
- Fickle and forgetful
- Makes excuses
- Repeats stories
Strengths of a Melancholy
The Introvert | The Thinker | The Pessimist
- Deep and thoughtfully
- Analytical
- Serious and purposeful
- Genius prone
- Talented and creative
- Artistic or musical
- Philosophical and poetic
- appreciative of beauty
- Sensitive to others
- Self-sacrificing
- Conscientious
- Idealistic
- Sets high standards
- Wants everything done right
- Keeps home in good order
- Picks up after children
- Sacrifices own will for others
- Encourages scholarship and talent
- Schedule oriented
- Perfectionist, high standards
- Detail conscious
- Persistent and thorough
- Orderly and organized
- Neat and tidy
- Economical
- Sees the problems
- Finds creative solutions
- Needs to finish what he starts
- Likes charts, graphs, figures, lists
- Makes friends cautiously
- Content to stay in background
- Avoids causing attention
- Faithful and devoted
- Will listen to complaints
- Can solve other’s problems
- Deep concern for other people
- Moved to tears with compassion
- Seeks ideal mate
Weakness of a Melancholy
The Introvert | The Thinker | The Pessimist
- Remembers the negatives
- Moody and depressed
- Enjoys being hurt
- Has false humility
- Off in another world
- Low self-image
- Has selective hearing
- Self-centered
- Too introspective
- Guilt feelings
- Persecution complex
- Tends to hypochondria
- Puts goals beyond reach
- May discourage children
- May be too meticulous
- Becomes martyr
- Sulks over disagreements
- Puts guilt upon children
- Not people oriented
- depressed over imperfections
- Chooses difficult work
- Hesitant to start projects
- Spends to much time planning
- Prefers analysis to work
- Self-deprecating
- Hard to please
- Standards often to high
- Deep need for approval
- Lives through others
- Insecure socially
- Withdrawn and remote
- critical of others
- Holds back affections
- Dislikes those in opposition
- Suspicious of people
- Antagonistic and vengeful
- Unforgiving
- Full of contradictions
- Skeptical of compliments
Strengths of a Choleric
The Extrovert | The Doer | The Optimist
- Born leader
- Dynamic and active
- Compulsive need for change
- Must correct wrongs
- Strong-willed and decisive
- Unemotional
- Not easily discouraged
- Independent and self sufficient
- Exudes confidence
- Can run anything
- Exerts sound leadership
- Establishes Goals
- Motivates family to action
- Knows the right answer
- Organizes household
- Goal oriented
- Sees the whole picture
- Organizes well
- Seeks practical solutions
- Moves quickly to action
- Delegates work
- Insists on production
- Makes the goal
- Stimulates activity
- Thrives on opposition
- Has little need for friends
- Will work for group activity
- Will lead and organize
- Is usually right
- Excels in emergencies
Weaknesses of a Choleric
The Extrovert | The Doer | The Optimist
- Bossy
- Impatient
- Quick-tempered
- Can’t Relax
- Too impetuous
- Enjoys controversy and arguments
- Won’t give up when loosing
- Comes on too strong
- Inflexible
- Is not complimentary
- Dislikes tears and emotions
- Is unsympathetic
- Tends to over dominate
- Too busy for family
- Gives answers too quickly
- Impatient with poor performance
- Won’t let children relax
- May send them into depression
- Little tolerance for mistakes
- Doesn’t analyze details
- Bored by trivia
- May make rash decisions
- May be rude or tactless
- Manipulates people
- Demanding of others
- End justifies the means
- Work may become his god
- Demands loyalty in the ranks
- Tends to use people
- Dominates others
- Knows everything
- Decides for others
- Can do everything better
- Is to independent
- Possessive of friends and mate
- Can’t say, “I’m Sorry”
- May be right, but unpopular
Strengths of a Phlegmatic
The Introvert | The Watcher | The Pessimist
- Low-key personality
- Easygoing and relaxed
- Calm, cool and collected
- Patient well balanced
- Consistent life
- Quiet but witty
- Sympathetic and kind
- Keeps emotions hidden
- Happily reconciled to life
- All-purpose person
- Makes a good parent
- Takes time for the children
- Is not in a hurry
- Can take the good with the bad
- Doesn’t get upset easily
- Competent and steady
- Peaceful and agreeable
- Has administrative ability
- Mediates problems
- Avoids conflicts
- Good under pressure
- Finds the easy way
- Easy to get along with
- Pleasant and enjoyable
- Inoffensive
- Good listener
- Dry sense of humor
- Enjoys watching people
- Has many friends
- Has compassion and concern
Weaknesses of a Phlegmatic
The Introvert | The Watcher | The Pessimist
- Unenthusiastic
- Fearful and worried
- Indecisive
- Avoids responsibility
- Quiet will of iron
- Selfish
- To shy and reticent
- Too compromising
- Self-righteous
- Lax on discipline
- Doesn’t organize home
- Takes life to easy
- Not goal oriented
- Lacks self motivation
- Hard to get moving
- Resents being pushed
- Lazy and careless
- Discourages others
- Would rather watch
- Dampens enthusiasm
- Stays uninvolved
- Is not exciting
- Indifferent to plans
- Judges others
- Sarcastic and teasing
- Resists change
4 Years in Jogja… Agustus 12, 2009
Posted by Joevarian in General, The Words.Tags: umum
2 comments
Yogyakarta. Kota pelajar. Kota yang masih menjunjung tinggi budaya tradisional Jawa. Kota dalam daerah dimana batik merupakan pakaian yang umum dan orang-orang tidak malu mengenakannya. Kota yang indah, ramah, dan berbudaya tinggi. Kota berpendidikan dan beretika Pancasila. Kota dimana saya tinggal dan berkuliah sekarang.
Sebelum saya di Jogja, perasaan saya sangat campuraduk sekali. Antara sedih karena harus meninggalkan teman-teman dan keluarga, antusias karena memikirkan kehidupan menarik seperti apa yang akan saya temukan di sana, takut karena masih banyak hal yang saya belum pernah lakukan sebelumnya, dan juga senang karena saya pada akhirnya bebas melebarkan sayap saya di belantara kemandirian diri. Berlebihan? Tidak. Itulah yang benar-benar saya rasakan. Setidaknya untuk sekarang ini. Ya, untuk sekarang ini.
Ketika postingan ini saya tulis, saya sudah merasakan hari pertama saya berada di UGM. Tentu, selama saya di Jogja saya tinggal di asrama milik UGM, yang bernama Dharmaputra Residence. Konon kabarnya, Dharmaputra Residence dahulu merupakan tempat penampungan orang-orang lanjut usia (Panti Jompo secara umum disebut). Namun setelah dibeli oleh pihak universitas, maka Dharmaputra sepenuhnya menjadi hak milik UGM. Sehari berada di asrama ini, sungguh membosankan. Tidak banyak yang bisa saya lakukan, ditambah lagi saya masih belum memiliki teman disini. Apalagi karena sifat saya yang cenderung agak pasif dan penyendiri membuat saya agak malu untuk mulai berkenalan dengan teman-teman seasrama. Saya harap kedepannya saya bisa lebih mengakrabkan diri dengan mereka.
Kembali mengenai UGM, tadi sewaktu saya pergi ke kampus untuk mengambil jas almamater, saya secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang di dekat kopma. Orang ini bernama Dwi. Dia sedang menunggu temannya di dekat kopma. Saya yang pada waktu itu sedang kebingungan mencari jalan, secara kebetulan berpapasan dengan Dwi. Akhirnya dia menunjukkan dimana letak kopma UGM dan dari situ saya tahu dia juga berada di fakultas bahkan jurusan yang sama dengan saya. Nah, dari situ akhirnya kita berbicara banyak dan singkat kata kami sudah berteman sekarang. Yah, teman pertama sejak saya di Jogja.
Sekarang ini saya sangat menantikan masa-masa belajar di kampus. Saya sudah sangat menunggu saat-saat ini sejak dulu saya dinyatakan lulus PBS, dan tanpa terasa sudah 5 bulan berlalu sejak pengumuman PBS. Seminggu lagi, upacara penerimaan mahasiswa baru akan diadakan dan kuliah akan segera dimulai. Saya sangat berharap saya bisa mewujudkan impian saya untuk mendapatkan Indeks Prestasi yang membanggakan. Itu cita-cita saya, oleh karena itu saya akan berusaha untuk menggapai hasil maksimal di jurusan ini. Insya Allah…










