jump to navigation

Pilihan Dalam Hidup Oktober 19, 2009

Posted by Joevarian in Philosophy, The Words.
Tags:
1 comment so far

Hidup adalah mengenai pilihan. Siapa yang mengatakan hal itu untuk pertama kali saya tidak tahu, tetapi saya bisa mengatakan bahwa quote itu memang benar demikian adanya. Tentu, sebagai seorang Islam saya percaya pada takdir dan memang ada banyak hal yang tidak bisa kita ubah. Apakah kita bisa memilih siapa orangtua kita? siapa yang kita inginkan untuk menjadi keluarga kita? atau siapa jodoh kita? Tentu tidak. Semuanya sudah digariskan oleh Allah SWT dan tidak ada yang bisa mennyanggah-Nya. Tapi yang saya tekankan disini adalah nasib, bukan takdir. Kita sebenarnya bisa memilih bahkan mengendalikan nasib kita sendiri. Yang perlu kita lakukan hanyalah terus berpikir positif, ciptakan tujuan setinggi mungkin, dan terus beribadah kepada Allah SWT.

Tapi cukup mengenai philosophical talks. Disini saya hanya ingin menulis mengenai jurusan pilihan saya di universitas, yaitu jurusan kimia. Sebenarnya, apakah saya pantas dan cocok untuk berada d jurusan ini? Memang cita – cita saya adalah untuk menjadi ilmuwan yang bisa menaikkan derajat bangsa Indonesia di mata dunia. Tapi apakah saya ingin menjadi ilmuwan kimia? Selama beberapa bulan ini saya berada di jurusan kimia, saya sama sekali tidak menemukan tiran saya (saya menyebut tiran, seperti Sigmund Freud menyebutkan kata yang sama dan dengan makna yang sama). Saya tidak menemukan ketertarikan yang teramat sangat dalam ilmu kimia.

Kebanyakan mereka yang masuk FMIPA mungkin keluar dari Fakultas ini karena FMIPA dianggap kurang menghasilkan lulusan yang memiliki lapangan pekerjaan. Akan tetapi bukan itu alasan saya disini. Saya tidak peduli dengan prospek kerja suatu bidang ilmu yang saya dapat, karena bukan masalah apa yang bisa saya dapatkan dari ilmu itu, melainkan apa yang bisa saya berikan pada ilmu itu. Hanya saja saya masih merasa bahwa kimia bukanlah bidang saya dan sekarang ini jujur saja saya sedang kekurangan motivasi di jurusan kimia ini. Saya terus mempertanyakan kepada diri saya, apakah ini jurusan yang terbaik buat saya? Apakah saya cocok masuk ke jurusan ini?

Lewat beberapa “multiple intelligences test”, saya semakin yakin bahwa bakat saya berada di psikologi, filsafat, atau sejarah. Jurusan – jurusan yang sangat jauh dari bidang kimia. Dikatakan lewat tes-tes, saya memiliki “Intrapersonal Intelligence” yang merupakan kecerdasan melihat kepada diri sendiri. Orang-orang dengan kecerdasan Intrapersonal cenderung melihat kepada diri sendiri, sehingga memiliki wawasan yang luas mengenai sifat-sifat manusia dan filsafat kehidupan. Ini menyebabkan orang – orang intrapersonal sangat cocok berada di disiplin ilmu psikologi, filsafat, atau ilmu agama. Hal ini didukung pula dengan ketertarikan saya yang teramat sangat di dalam bidang psikologi, humaniora, dan filsafat. Dan sekarang ini saya harus memilih, apakah saya akan tetap di jurusan kimia ataukah saya pindah ke jurusan yang saya minati?

Walaupun begitu, saya tetap yakin bahwa jurusan kimia adalah yang terbaik buat saya saat ini. Everything happens for the Best, dan mungkin memang saya ditakdirkan untuk masuk ke jurusan ini. Walaupun begitu, saya masih termotivasi di jurusan ini karena merupakan satu-satunya jurusan kimia di Indonesia yang mendapatkan akreditasi internasional sehingga memudahkan akses untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Tapi juga tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan melanjutkan studi saya ke jurusan lain. Saya sungguh bingung…

Ada Apa Dengan Bumiku? September 25, 2009

Posted by Joevarian in General Geography & History, The Words.
Tags:
1 comment so far

Belum lama ini saya merasakan suatu fenomena alam yang baru pertama kali saya rasakan, yaitu gempa bumi. Peristiwa ini terjadi ketika saya tengah mengerjakan tugas kuliah di asrama sekitar jam sebelas malam. Kejadian itu sangat asing bagi saya hingga pada awalnya saya sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Setelah goncangan sedikit membesar, barulah saya sadar bahwa seluruh ruangan dan perabotan saya bergetar. Saya tercengang melihat sesuatu yang tidak biasa seperti ini. Bahkan sampai lupa lari sementara yang lain sudah menghambur keluar asrama. Di Jogja memang sering sekali terjadi gempa, tapi baru pertama kali ini saya rasakan. Apakah ini masih ada kaitannya dengan gempa besar di Tasikmalaya kemarin? Atau bencana-bencana yang banyak sekali terjadi belakangan ini? Sejak itu saya berpikir. Apa yang sebenarnya terjadi di dunia sekarang ini?

Saya berpikir ini adalah efek awal dari pemanasan global yang sedang melanda bumi kita ini. Ya, pemanasan global atau bahasa kerennya global warming. Tidak perlu lagi saya tulis apa itu global warming karena sudah umum sekali hal ini disebut. Akan tetapi walaupun istilah ini sudah sangat sering disebut, dijadikan wacana, dan sudah menjadi sesuatu yang diketahui hampir semua orang, pemanasan global hanyalah sesuatu yang dianggap sebagai angin lalu. Sesuatu yang tidak terlalu dipedulikan oleh manusia, terutama di Indonesia.

Padahal sudah jelas sekali efek awal dari fenomena yang baru pertama kalinya dalam sejarah ini menimpa saudara – saudara kita. Mulai dari meningkatnya suhu yang bisa dirasakan sekarang, banjir bandang yang melanda Sumatera Utara, longsor yang membunuh banyak orang, sampai gempa di Tasikmalaya kemarin. Alam sudah menunjukkan pada kita kemarahannya, dan waktunya kita mempertanggungjawabkan hasil dari perbuatan kita selama ini terhadap alam. Terhadap ciptaan-Nya. Ingat, ini baru dampak yang sangat kecil sekali dibandingkan dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Diperkirakan bahwa 20 sampai 40 tahun yang akan datang, akan terjadi banyak sekali hal yang tidak pernah kita lihat di dalam sejarah sebelumnya. Dikatakan bahwa pada masa itu, Kutub Utara sudah mencair dan dampaknya adalah banyak sekali daratan yang akan tenggelam seperti daratan Shang-Hai di China, Selatan India, Pesisir Florida, dan masih banyak lagi. Bahkan, pulau Jawa diprediksi akan menjadi pulau yang paling pertama tenggelam di dunia akibat ini. Lebih jauh lagi wabah kelaparan, bahkan kesulitan air bersih akan melanda dunia ini secara umum.  Dampak di Kutub Utara sendiri sudah sangat menyedihkan. Spesies – spesies hewan disana semakin terancam punah , seperti gambar di bawah ini.

Polar Bear at Dawn

http://media.photobucket.com/image/polar%20bear%20extinct/oliverkm/POLAR%20BEARS/polar_bears_drown.jpg?o=3

Beruang kutub atau polar bear adalah hewan khas Kutub Utara yang menjadi simbol benua arktik itu sendiri. Namun akibat dari ulah kita, mereka terkena imbasnya. Dataran es tempat tinggal mereka telah banyak yang mencair sehingga mereka kesulitan mencari mangsa mereka, dan akibatnya bisa berujung kepada kepunahan spesies ini. Pernah saya melihat di suatu acara TV yang memperlihatkan beruang kutub yang sudah menjadi begitu kurus sekali akibat kesulitan mencari mangsa. Sungguh mengenaskan jika kalian juga melihatnya di TV. Hal ini juga akan berdampak pada spesies-spesies lainnya di kutub utara seperti penguin, singa laut, dan lain-lain. Akan tetapi yang lebih mengejutkan lagi, diprediksi bahwa di masa yang akan datang dan dalam waktu yang dekat, spesies flora dan fauna yang akan punah mencapai angka 80% dari keseluruhan spesies. Sudah sebegini sakitkah bumi kita ini?

Sampai sekarang saya menganggap pemerintah sama sekali belum melakukan sesuatu yang serius untuk menghimbau masyarakat agar memperhatikan lingkungan hidup. Presiden memang sudah menyelenggarakan dan menghadiri berbagai konferensi yang membahas mengenai pemanasan global dan dampaknya, tetapi saya masih melihat bahwa pemerintah sendiri terkesan tidak melakukan apa – apa untuk ini. Kendaraan justru semakin banyak di Indonesia, bahkan dari apa yang saya baca (saya lupa sumbernya) Indonesia adalah salah satu penyumbang emisi gas CO2 terbesar yang berasal dari kendaraan. Di Eropa, banyak yang sudah memberlakukan peraturan – peraturan seperti penggunaan sepeda di Inggris, pengurangan emisi Co2 di Jerman dengan mengurangi tenaga fosil, atau banyak yang beralih ke sumber daya yang ramah lingkungan karena kesadaran mereka terhadap pemanasan global. Mereka sadar bahwa bumi yang kita tempati membutuhkan bantuan dari kita untuk bertahan. Mereka sadar jika tidak ada yang dilakukan mengenai hal ini, umur bumi tidaklah lama lagi. Lalu dimanakah peran kita wahai bangsa Indonesia?

Secangkir Pengenalan Kepribadian dari Florence Littauer September 13, 2009

Posted by Joevarian in Philosophy, The Words.
Tags:
add a comment

Baru saja saya mengikuti tes kepribadian yang saya dapat dari sebuah situs menarik, http://www.oneishy.com/. Tes kepribadian ini merupakan tes yang sudah diketahui secara luas diseluruh dunia lewat buku karangan Florence Littauer yang berjudul “Personality Plus”. Dari buku itu, dapat diketahui bahwa secara umum manusia bisa dibagi atas 4 watak yaitu Sanguinis (dilambangkan dengan musim semi) yang ceria, spontan, humoris, tetapi egois; Melankolis (dilambangkan dengan musim gugur) yang rapi, penuh kasih, idealis, tapi pemurung; Koleris (dilambangkan dengan musim panas) yang berkemauan kuat, pemberani, mandiri, tapi pemarah; Plegmatis (dilambangkan dengan musim salju) yang setia, damai, tenang, tetapi malas. Nah, dari tes itu saya mendapatkan hasil yang demikian:

Joevarian,

Your personality is Melancholy Phlegmatic

Melancholy Strength:14 Weakness:18 80%

Phlegmatic Strength:4 Weakness:1 13%

Sanguine Strength:1 Weakness:1 5%

Choleric Strength:1 Weakness:0 3%

Wow, ternyata hasil saya adalah 80% melankolis, 13% plegmatis, 5% sanguinis, dan 3% koleris. Cukup mengejutkan karena awalnya saya berpikir saya orang plegmatis. Tapi ketika lebih jauh lagi dipikir, saya kira mungkin ada benarnya juga. Hampir semua sifat – sifat orang melankolis mereprentasikan diri saya seutuhnya. Sementara itu mengenai sifat sanguinis dan koleris, saya rasa saya hampir tidak memiliki semuanya. Berikut ini adalah deskripsi mengenai kelebihan dan kekurangan dari keempat kepribadian yang diambil dari situs yang telah saya sebutkan diatas.

Strengths of a Sanguine

The Extrovert | The Talker | The Optimist

The Sanguine’s Emotions

  • Appealing personality
  • Talkative, Storyteller
  • Life of the Party
  • Good sense of humor
  • Memory for color
  • Physically holds on to listener
  • Emotional and demonstrative
  • Enthusiastic and expressive
  • Cheerful and bubbling over
  • Curious
  • Good on stage
  • Wide-eyed and innocent
  • Lives in the present
  • Changeable disposition
  • Sincere at heart
  • Always a child
The Sanguine As A Parent

  • Makes Home Fun
  • Is liked by children’s friends
  • Turns disaster into humor
  • Is the circus master
The Sanguine At Work

  • Volunteers for Jobs
  • thinks up new activities
  • Looks great on the Surface
  • Creative and colorful
  • Has energy and enthusiasm
  • Starts in a flashy way
  • Inspires others to join
  • charms others to work
The Sanguine As a Friend

  • Makes friends easily
  • Loves People
  • Thrives on compliments
  • Seems exciting
  • envied by others
  • Doesn’t hold grudges
  • apologizes quickly
  • Prevents dull moments
  • Likes spontaneous activities

Weaknesses of a Sanguine

The Extrovert | The Talker | The Optimist

The Sanguine’s Emotions

  • Compulsive talker
  • Exaggerates and elaborates
  • Dwells on trivia
  • Can’t remember names
  • Scares others off
  • Too happy for some
  • Has restless energy
  • Egotistical
  • Blusters and complains
  • Naive, gets taken in
  • Has loud voice and laugh
  • Controlled by circumstances
  • Gets angry easily
  • Seems phony to some
  • Never Grows Up
The Sanguine As A Parent

  • Keeps home in a frenzy
  • Forgets children’s appointments
  • disorganized
  • Doesn’t listen to the whole story
The Sanguine At Work

  • Would rather talk
  • forgets obligations
  • Doesn’t follow through
  • Confidence fades fast
  • Undisciplined
  • Priorities out of order
  • Decides by feelings
  • Easily distracted
  • Wastes time talking
The Sanguine As a Friend

  • Hates to be alone
  • Needs to be center stage
  • Wants to be popular
  • Looks for credit
  • dominates conversations
  • Interrupts and doesn’t listen
  • answers for others
  • Fickle and forgetful
  • Makes excuses
  • Repeats stories

Strengths of a Melancholy

The Introvert | The Thinker | The Pessimist

The Melancholy’s Emotions

  • Deep and thoughtfully
  • Analytical
  • Serious and purposeful
  • Genius prone
  • Talented and creative
  • Artistic or musical
  • Philosophical and poetic
  • appreciative of beauty
  • Sensitive to others
  • Self-sacrificing
  • Conscientious
  • Idealistic
The Melancholy As A Parent

  • Sets high standards
  • Wants everything done right
  • Keeps home in good order
  • Picks up after children
  • Sacrifices own will for others
  • Encourages scholarship and talent
The Melancholy At Work

  • Schedule oriented
  • Perfectionist, high standards
  • Detail conscious
  • Persistent and thorough
  • Orderly and organized
  • Neat and tidy
  • Economical
  • Sees the problems
  • Finds creative solutions
  • Needs to finish what he starts
  • Likes charts, graphs, figures, lists
The Melancholy As a Friend

  • Makes friends cautiously
  • Content to stay in background
  • Avoids causing attention
  • Faithful and devoted
  • Will listen to complaints
  • Can solve other’s problems
  • Deep concern for other people
  • Moved to tears with compassion
  • Seeks ideal mate

Weakness of a Melancholy

The Introvert | The Thinker | The Pessimist

The Melancholy’s Emotions

  • Remembers the negatives
  • Moody and depressed
  • Enjoys being hurt
  • Has false humility
  • Off in another world
  • Low self-image
  • Has selective hearing
  • Self-centered
  • Too introspective
  • Guilt feelings
  • Persecution complex
  • Tends to hypochondria
The Melancholy As A Parent

  • Puts goals beyond reach
  • May discourage children
  • May be too meticulous
  • Becomes martyr
  • Sulks over disagreements
  • Puts guilt upon children
The Melancholy At Work

  • Not people oriented
  • depressed over imperfections
  • Chooses difficult work
  • Hesitant to start projects
  • Spends to much time planning
  • Prefers analysis to work
  • Self-deprecating
  • Hard to please
  • Standards often to high
  • Deep need for approval
The Melancholy As a Friend

  • Lives through others
  • Insecure socially
  • Withdrawn and remote
  • critical of others
  • Holds back affections
  • Dislikes those in opposition
  • Suspicious of people
  • Antagonistic and vengeful
  • Unforgiving
  • Full of contradictions
  • Skeptical of compliments

Strengths of a Choleric

The Extrovert | The Doer | The Optimist

The Choleric’s Emotions

  • Born leader
  • Dynamic and active
  • Compulsive need for change
  • Must correct wrongs
  • Strong-willed and decisive
  • Unemotional
  • Not easily discouraged
  • Independent and self sufficient
  • Exudes confidence
  • Can run anything
The Choleric As A Parent

  • Exerts sound leadership
  • Establishes Goals
  • Motivates family to action
  • Knows the right answer
  • Organizes household
The Choleric At Work

  • Goal oriented
  • Sees the whole picture
  • Organizes well
  • Seeks practical solutions
  • Moves quickly to action
  • Delegates work
  • Insists on production
  • Makes the goal
  • Stimulates activity
  • Thrives on opposition
The Choleric As a Friend

  • Has little need for friends
  • Will work for group activity
  • Will lead and organize
  • Is usually right
  • Excels in emergencies

Weaknesses of a Choleric

The Extrovert | The Doer | The Optimist

The Choleric’s Emotions

  • Bossy
  • Impatient
  • Quick-tempered
  • Can’t Relax
  • Too impetuous
  • Enjoys controversy and arguments
  • Won’t give up when loosing
  • Comes on too strong
  • Inflexible
  • Is not complimentary
  • Dislikes tears and emotions
  • Is unsympathetic
The Choleric As A Parent

  • Tends to over dominate
  • Too busy for family
  • Gives answers too quickly
  • Impatient with poor performance
  • Won’t let children relax
  • May send them into depression
The Choleric At Work

  • Little tolerance for mistakes
  • Doesn’t analyze details
  • Bored by trivia
  • May make rash decisions
  • May be rude or tactless
  • Manipulates people
  • Demanding of others
  • End justifies the means
  • Work may become his god
  • Demands loyalty in the ranks
The Choleric As a Friend

  • Tends to use people
  • Dominates others
  • Knows everything
  • Decides for others
  • Can do everything better
  • Is to independent
  • Possessive of friends and mate
  • Can’t say, “I’m Sorry”
  • May be right, but unpopular

Strengths of a Phlegmatic

The Introvert | The Watcher | The Pessimist

The Phlegmatic’s Emotions

  • Low-key personality
  • Easygoing and relaxed
  • Calm, cool and collected
  • Patient well balanced
  • Consistent life
  • Quiet but witty
  • Sympathetic and kind
  • Keeps emotions hidden
  • Happily reconciled to life
  • All-purpose person
The Phlegmatic As A Parent

  • Makes a good parent
  • Takes time for the children
  • Is not in a hurry
  • Can take the good with the bad
  • Doesn’t get upset easily
The Phlegmatic At Work

  • Competent and steady
  • Peaceful and agreeable
  • Has administrative ability
  • Mediates problems
  • Avoids conflicts
  • Good under pressure
  • Finds the easy way
The Phlegmatic As a Friend

  • Easy to get along with
  • Pleasant and enjoyable
  • Inoffensive
  • Good listener
  • Dry sense of humor
  • Enjoys watching people
  • Has many friends
  • Has compassion and concern

Weaknesses of a Phlegmatic

The Introvert | The Watcher | The Pessimist

The Phlegmatic’s Emotions

  • Unenthusiastic
  • Fearful and worried
  • Indecisive
  • Avoids responsibility
  • Quiet will of iron
  • Selfish
  • To shy and reticent
  • Too compromising
  • Self-righteous
The Phlegmatic As A Parent

  • Lax on discipline
  • Doesn’t organize home
  • Takes life to easy
The Phlegmatic At Work

  • Not goal oriented
  • Lacks self motivation
  • Hard to get moving
  • Resents being pushed
  • Lazy and careless
  • Discourages others
  • Would rather watch
The Phlegmatic As a Friend

  • Dampens enthusiasm
  • Stays uninvolved
  • Is not exciting
  • Indifferent to plans
  • Judges others
  • Sarcastic and teasing
  • Resists change
Walaupun watak manusia memang mungkin bisa dibagi atas 4 kelompok seperti diatas, tetapi saya pribadi tetap berpendapat bahwa setiap manusia berbeda dengan cara mereka masing – masing. Ya, karena disamping ini, saya pun sebagai muslim juga melihat manusia dari sisi makhluk milik Allah, dimana semua takdir dan kehendak merupakan keputusan-Nya. Dalam hal ini takdir sangat berpengaruh terhadap lingkungan manusia dan lingkungan berpengaruh terhadap kepribadian masing – masing orang. Apakah sebenarnya ke-4 kepribadian diatas tadi merupakan bawaan sejak lahir atau lingkungan yang berpengaruh besar terhadap kepribadian diatas? Saya masih harus mencari tahu.

4 Years in Jogja… Agustus 12, 2009

Posted by Joevarian in General, The Words.
Tags:
2 comments

Yogyakarta. Kota pelajar. Kota yang masih menjunjung tinggi budaya tradisional Jawa. Kota dalam daerah dimana batik merupakan pakaian yang umum dan orang-orang tidak malu mengenakannya. Kota yang indah, ramah, dan berbudaya tinggi. Kota berpendidikan dan beretika Pancasila. Kota dimana saya tinggal dan berkuliah sekarang.

Sebelum saya di Jogja, perasaan saya sangat campuraduk sekali. Antara sedih karena harus meninggalkan teman-teman dan keluarga, antusias karena memikirkan kehidupan menarik seperti apa yang akan saya temukan di sana, takut karena masih banyak hal yang saya belum pernah lakukan sebelumnya, dan juga senang karena saya pada akhirnya bebas melebarkan sayap saya di belantara kemandirian diri. Berlebihan? Tidak. Itulah yang benar-benar saya rasakan. Setidaknya untuk sekarang ini. Ya, untuk sekarang ini.

Ketika postingan ini saya tulis, saya sudah merasakan hari pertama saya berada di UGM. Tentu, selama saya di Jogja saya tinggal di asrama milik UGM, yang bernama Dharmaputra Residence. Konon kabarnya, Dharmaputra Residence dahulu merupakan tempat penampungan orang-orang lanjut usia (Panti Jompo secara umum disebut). Namun setelah dibeli oleh pihak universitas, maka Dharmaputra sepenuhnya menjadi hak milik UGM. Sehari berada di asrama ini, sungguh membosankan. Tidak banyak yang bisa saya lakukan, ditambah lagi saya masih belum memiliki teman disini. Apalagi karena sifat saya yang cenderung agak pasif dan penyendiri membuat saya agak malu untuk mulai berkenalan dengan teman-teman seasrama. Saya harap kedepannya saya bisa lebih mengakrabkan diri dengan mereka.

Kembali mengenai UGM, tadi sewaktu saya pergi ke kampus untuk mengambil jas almamater, saya secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang di dekat kopma. Orang ini bernama Dwi. Dia sedang menunggu temannya di dekat kopma. Saya yang pada waktu itu sedang kebingungan mencari jalan, secara kebetulan berpapasan dengan Dwi. Akhirnya dia menunjukkan dimana letak kopma UGM dan dari situ saya tahu dia juga berada di fakultas bahkan jurusan yang sama dengan saya. Nah, dari situ akhirnya kita berbicara banyak dan singkat kata kami sudah berteman sekarang. Yah, teman pertama sejak saya di Jogja.

Sekarang ini saya sangat menantikan masa-masa belajar di kampus. Saya sudah sangat menunggu saat-saat ini sejak dulu saya dinyatakan lulus PBS, dan tanpa terasa sudah 5 bulan berlalu sejak pengumuman PBS. Seminggu lagi, upacara penerimaan mahasiswa baru akan diadakan dan kuliah akan segera dimulai. Saya sangat berharap saya bisa mewujudkan impian saya untuk mendapatkan Indeks Prestasi yang membanggakan. Itu cita-cita saya, oleh karena itu saya akan berusaha untuk menggapai hasil maksimal di jurusan ini. Insya Allah…

Pembahasan Jurusan-Jurusan Biologi di Universitas Juli 29, 2009

Posted by Joevarian in Math & Natural Sciences, The Words.
Tags:
8 comments

Biologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai makhluk hidup dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya. Biologi merupakan salah satu dari 3 natural sains yang diajarkan di sekolah-sekolah menengah (fisika, kimia, biologi). Sekarang ini, biologi berkembang sangat pesat dan keberadaannya mutlak diperlukan dalam perkembangan teknologi sejak berbagai penemuan seperti genetika, bioteknologi, mikrobiologi, dan obat-obatan herbal. Ditambah lagi isu-isu mengenai “pemanasan global” mulai menyentuh bidang ekologi dan konservasi alam. Kesimpulannya, bisa saya katakan lulusan-lulusan biologi akan sangat diperlukan di masa yang akan datang.

Apa yang saya bahas disini semata-mata berdasarkan analisis, pengamatan, dan opini saya sendiri. Oleh karena itu, saya minta maaf jika ada kesalahan yang saya buat mengenai pembahasan ini.

1. Biologi


Biology

Keterangan: Biologi berdiri dibawah naungan Fakultas MIPA atau di beberapa universitas berdiri di fakultasnya sendiri (Fakultas Biologi). Biologi di universitas memfokuskan kepada studi mengenai hewan dan tumbuhan sementara studi mengenai manusia lebih diarahkan pada kedokteran dan psikologi. Jurusan ini memiliki 2 peminatan diantaranya adalah peminatan ke hewan (zoologi) dan peminatan ke tumbuhan (botani). Jurusan ini mempelajari diantaranya adalah bioteknologi, botani, zoologi, histologi, evolusi, bahkan paleontologi.Lulusan dari jurusan biologi akan mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si).

Prospek Kerja: Di luar negeri, jurusan biologi adalah jurusan yang sangat populer dan memberikan prospek yang besar dan lulusannya bisa terjun ke banyak bidang. Di Indonesia sendiri lulusan biologi bisa masuk ke bidang penelitian (LIPI, Inhutani, Perhutani), bidang konservasi dan perlindungan alam, bidang pendidikan (dosen dan guru), juga bidang industri seperti industri makanan fermentasi, industri perkebunan, industri pertanian dan kehutanan.

Modal Utama: Memiliki rasa senang dengan makhluk hidup (hewan dan tumbuhan), juga senang dengan kegiatan outdoor karena banyak meneliti mengenai perkembangan hewan dan perkembangan tumbuhan. Disamping itu, juga banyak kegiatan laboratorium yang membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi karena sebagian besar kegiatan laboratorium menggunakan mikroskop. Banyak istilah-istilah penting yang digunakan sehingga daya ingat yang baik juga penting di jurusan ini.

2. Ilmu Kelautan (Oseanografi)


Oceanography

Keterangan: Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek mengenai laut dan samudera. Oseanografi bukan merupakan cabang dari ilmu biologi, tapi merupakan cabang dari ilmu bumi (geologi). Dibahas disini karena secara umum oseanografi sebagian besar mempelajari tentang kehidupan biota laut. Dalam Ilmu Kelautan mempelajari diantaranya olahraga renang (biasanya pada awal semester), ekologi laut, olahraga selam, ikhtiologi, studi dinamika pasang surut, studi akustik kelautan, dsb. Jurusan oseanografi termasuk jurusan yang agak diminati karena ada banyak mata kuliah yang menyenangkan seperti renang, menyelam, dsb. Lulusan dari jurusan ini akan mendapatkan gelar Sarjana Perikanan (S.Pi).

Prospek Kerja: Selain menjadi tenaga profesional atau peneliti di LIPI, BRKP, Departemen Kelautan, dsb. juga bisa terjun ke dunia industri perikanan dan kelautan. Di bidang pendidikan, lulusan Ilmu Kelautan bisa menjadi dosen di perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu bisa juga berwirausaha sendiri karena di oseanografi ada beberapa mata kuliah seperti manajemen dan ekonomi.

Modal Utama: Karena ada banyak sekali kegiatan di laut, maka harus memiliki ketahanan fisik dan stamina yang kuat. Memiliki rasa senang dengan ilmu biologi, fisika dan geologi serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Senang dengan kegiatan outdoor dan menyenangi tantangan juga merupakan nilai tambah di jurusan ini. Di dalam ilmu kelautan juga akan diajarkan bagaimana membuat alat-alat kelautan seperti pendeteksi tsunami, aquadopp, dsb. oleh karena itu minat dalam bidang fisika dan teknik sama sekali tidak bisa diabaikan disini.

3. Pendidikan Dokter


Medical Science

Keterangan: Disebut-sebut jurusan terfavorit di universitas, kedokteran menunjukkan taringnya sebagai jurusan yang paling sulit untuk dimasuki di universitas. Beberapa universitas papan atas seperti UI, UGM, UNAIR, atau USAKTI memiliki jurusan kedokteran terbaik Indonesia dengan ribuan peminat setiap tahunnya. Jurusan kedokteran tidak akan pernah sepi karena memang jurusan yang membawa prospek amat cerah. Pendidikan dokter mempelajari mengenai masalah kesehatan manusia dan cara-cara penyembuhannya. Mata kuliah di jurusan ini diantaranya biologi kedokteran, anatomi, histologi, fisiologi, farmakologi, gizi kedokteran, dsb. Lulusan dari jurusan ini akan mendapatkan gelar sarjana kedokteran (S. Ked) dan setelah melewati tahap profesi di rumah sakit akan mendapatkan gelar profesi dokter (dr.).

Prospek Kerja: Tidak perlu dipertanyakan lagi, lulusan Pendidikan Dokter biasanya mudah mencari pekerjaan. Lulusan dari jurusan ini memiliki izin untuk praktek dokter umum di rumah sakit (jika mengambil S-2 spesialis maka bisa menjadi dokter spesialis), atau membuka klinik sendiri untuk praktek. Bisa juga menjadi dosen, peneliti, bekerja di Departemen Kesehatan, TNI, atau kepolisian. Beberapa posisi manajerial di industri kesehatan juga menerima lulusan dari jurusan ini.

Modal Utama: Menjadi seorang dokter membutuhkan hampir semua aspek-aspek kecerdasan. Diharuskan untuk memiliki daya analisis yang kuat, tidak mudah menyerah, sabar dan teliti, memiliki kemampuan logika yang tinggi, serta cepat dalam mengambil keputusan. Memiliki rasa senang terhadap ilmu Matematika dan IPA (fisika, kimia, biologi) juga tidak boleh jijik dengan darah. Syarat mutlak lainnya adalah tidak buta warna. Seorang dokter yang baik seharusnya mampu berkomunikasi dengan pasiennya sehingga kemampuan komunikasi dan etika kedokteran pun diperlukan di jurusan ini.

4. Pendidikan Dokter Gigi

Dentistry

Keterangan: Jurusan Pendidikan Dokter Gigi seringkali dianggap sebagai ban serep dari jurusan Pendidikan Dokter. Jika pada kedokteran umum mempelajari mengenai masalah kesehatan manusia secara umum dan cara-cara menanggulanginya, di jurusan ini hanya mempelajari mengenai masalah kesehatan gigi dan mulut serta cara-cara menanggulanginya. Untuk studi ke jenjang selanjutnya, bisa mengambil spesialis yang berkaitan dengan mulut dan gigi. Di jurusan ini mempelajari diantaranya biologi kedokteran, prostodonsia, periodonsia, ortodonsia, ilmu bedah mulut, radiologi umum, dsb. Lulusan dari jurusan ini akan mendapatkan gelar sarjana kedokteran gigi (S.K.G) dan setelah menyelesaikan kuliah profesi akan mendapatkan gelar profesi dokter gigi (drg.).

Prospek Kerja: Hampir sama dengan kedokteran, jurusan ini bisa bekerja di rumah sakit untuk praktek dokter gigi atau membuka klinik dokter gigi sendiri. Disamping itu, juga bisa menjadi peneliti di instansi baik pemerintah, swasta, ataupun luar negeri. Bisa juga bekerja di pemerintahan terutama di Departemen Kesehatan, TNI, dan Kepolisian. Selain itu bisa juga mengambil jalur pendidikan dengan menjadi dosen di perguruan tinggi.

Modal Utama: Tidak buta warna merupakan syarat mutlak di jurusan ini. Menyenangi ilmu Matematika dan IPA (fisika, kimia, biologi) akan mempermudah pembelajaran di jurusan ini. Selain itu juga harus memiliki daya analisis yang kuat, logika yang tinggi, cepat mengambil keputusan, dan tidak mudah menyerah. Kemampuan komunikasi juga penting di jurusan ini. Kerapihan dan kebersihan diri diperlukan di jurusan ini disamping kemauan untuk memegang teguh etika kedokteran.

5. Pendidikan Dokter Hewan


Veterinary Science

Keterangan: Selain Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Gigi, masih ada satu lagi jurusan kedokteran yaitu Pendidikan Dokter Hewan yang biasanya bernaung dibawah fakultasnya sendiri. Dari namanya dapat kita ketahui bahwa jurusan ini mempelajari mengenai masalah-masalah kesehatan pada hewan dan cara menanggulanginya. Belakangan ini terkait dengan bioteknologi pangan dan virologi, jurusan ini menjadi lebih dibutuhkan terutama mengenai isu-isu seputar flu burung, flu babi, dan global warming. Teknologi makanan dan peternakan pun juga seringkali membutuhkan jasa-jasa dari dokter hewan. Kedokteran hewan mempelajari diantaranya anatomi veteriner, sains veteriner, genetika hewan, zoonosis, bedah veteriner, dsb. Lulusan dari jurusan ini akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Hewan (S.K.H.) dan profesi veteriner (drh.).

Prospek Kerja: Lulusan dari jurusan ini bisa bekerja sebagai veteriner di rumah sakit hewan atau membuka klinik dokter hewan sendiri. Bisa juga masuk ke dunia industri baik BUMN maupun swasta terutama industri peternakan, pakan hewan, pertanian, kelautan. Selain itu bisa juga menjadi peneliti atau bekerja di pemerintahan (Departemen Kesehatan, Departemen Kelautan, Departemen Kehutanan, juga Departemen Pertanian).

Modal Utama: Syarat mutlak adalah tidak buta warna dan tidak takut dengan hewan. Memiliki minat terhadap pelajaran matematika dan biologi khususnya di bidang zoologi juga senang dengan hewan. Seorang veteriner haruslah memiliki kemampuan penalaran yang tinggi, cepat mengambil keputusan, teliti, cekatan, dan tidak mudah menyerah. Karena banyak kegiatan laboratorium dan klinik, maka diharuskan untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

6. Konservasi Sumber Daya Hutan


Wildlife Conservation

Keterangan: Jurusan konservasi sumber daya hutan adalah jurusan yang mendidik mahasiswa untuk turut andil dalam perlindungan keanekaragaman sumber daya hayati di hutan. Mengenai isu yang dewasa ini sangat diperhatikan, yaitu isu mengenai Pemanasan Global, secara tidak langsung isu ini menyentuh aspek ekologi dan konservasi. Kedepannya diprediksi akan ada lebih dari 50% flora dan fauna yang terancam punah. Jurusan ini bisa menghasilkan lulusan yang akan menjadi garda depan dalam perlindungan flora dan fauna yang terancam punah. Di jurusan ini juga juga mempelajari daerah aliran sungai dan ekowisata. Lulusan dari jurusan konservasi sumber daya hutan akan mendapatkan gelar Sarjana Kehutanan (S.Hut).

Prospek Kerja: Seperti dikatakan di atas, isu pemanasan global secara tidak langsung akan memberikan prospek untuk jurusan ini. Bisa masuk ke LSM seperti WWF, Wildlife Conservation Society, International Conservation, dsb. Lembaga-lembaga penelitian satwa, suaka margasatwa, dan perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan juga bisa menerima lulusan jurusan ini. Disamping itu bisa juga bekerja di instansi Pemerintah (Departemen Kehutanan, Kementrian Lingkungan Hidup).

Modal Utama: Masuk di jurusan-jurusan kehutanan berarti siap untuk menjadi pecinta alam. Di jurusan ini diharuskan memiliki ketahanan fisik yang kuat, dan menyenangi tantangan. Memiliki minat terhadap pelajaran biologi khususnya mengenai ekologi, keanekaragaman hayati, klasifikasi makhluk hidup, zoologi, dan botani juga penting disini. Akan lebih bagus lagi jika tidak takut dengan hewan dan suka dengan hal-hal yang baru dan tidak biasa.

7. Bioteknologi


Biotechnology

Keterangan: Bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari pemanfaatan makhluk hidup ataupun hasil dari makhluk hidup untuk dihasilkan barang (makanan, vaksin) atau jasa (rekayasa gen, kultur jaringan). Bioteknologi saat ini dianggap sebagai cabang ilmu yang terpenting selain Teknologi Nuklir karena rekayasa genetika itu sendiri terbukti banyak memberikan manfaat pada kehidupan. Bioteknologi terkadang dianggap sebagai ilmu yang tak bermoral dan beretika oleh masyarakat (terutama masyarakat timur) karena penemuan-penemuan seperti kloning, bayi tabung, dsb. Hanya sedikit universitas yang membuka jurusan ini di Strata-1, karena kebanyakan universitas membuka prodi bioteknologi di Strata-2.

Prospek Kerja: Bioteknologi bisa dikatakan sebagai jurusan biologi terapan karena langsung menyentuh aspek pekerjaan. Lulusan bioteknologi bisa menempati pekerjaan-pekerjaan yang biasa ditempati oleh sarjana teknologi pangan, farmasi, kimia, biologi, pertanian, peternakan, dan perkebunan. Saat ini karena prodi ini masih belum terlalu populer di Indonesia, maka kebanyakan lulusannya berkiprah sebagai peneliti di baik di dalam maupun luar negeri.

Modal Utama: Rasa ingin tahu yang tinggi di bidang biokimia, mikrobiologi, dan genetika serta tidak buta warna. Karena banyaknya kegiatan laboratorium, modal utama tentulah harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, juga kesabaran yang tinggi dan daya analisis yang kuat. Minat di bidang riset dan teknologi merupakan nilai plus di jurusan ini. Kemampuan hafalan yang baik juga diperlukan di jurusan ini.