MIPA, Jurusan yang Merancang Ilmuwan


Suatu ketika terjadilah percakapan antara orang tua dan anaknya.

Orangtua: “Arya, kamu nanti kuliah masuk di jurusan hukum ya?”

Anak: “Tapi, Arya kan mau jadi peneliti. Ya Arya harus ngambil jurusan fisika donk ma…”

Orangtua: “Aduuuuh… Ngapain kamu ngambil jurusan fisika? Mau jadi apa kamu? Jadi guru? Mau makan apa kamu? Udah deh sekarang tuh kita ngeliat yang pasti2 aja. Hukum tuh udah jelas pekerjaannya. Nanti kamu juga bisa jadi pengacara di kantor papa dan mama.”

Anak: “Tapi ma… Arya kan tertarik sama teorinya Heisenberg. Arya juga gk suka ngapalin UUD ma… Arya ogah masuk jurusan hukum.”

Orangtua: “Dibilangin kok susah sih! Ini kan demi kebaikan kamu juga.”

Anak: Yaudah deh ma…”

Percakapan diatas adalah percakapan yang seringkali kita saksikan terutama pada anak-anak yang bingung memilih jurusan mereka kelak di bangku kuliah. Banyak anak yang pada akhirnya tidak betah di jurusan yang mereka pilih hanya karena ikut-ikutan teman, desakan orangtua, atau pengetahuan yang salah. Nyatanya di Indonesia banyak sekali kecenderungan orang-orang yang beranggapan bahwa kuliah haruslah memiliki prospek kedepan yang cerah. Padahal tujuan kuliah bukanlah untuk mencari pekerjaan, tetapi untuk berkarya. Kasus Arya diatas merupakan satu dari sekian kasus yang sering terjadi di Indonesia. Banyak anak yang atas karena desakan seperti ini justru malah mengikuti desakan orangtuanya. Akibatnya, bukannya enjoy kuliah justru yang ada malah tekanan batin. Dan sang anak pun menjadi anak yang malas kuliah. Ada baiknya kita hapus anggapan bahwa kuliah yang bagus itu adalah kuliah di jurusan favorit.

Jurusan kedokteran atau kedokteran gigi adalah jurusan elit yang memberikan jaminan kaya. Kaya materi tentu saja, karena kalau kita pikir, salary seorang dokter itu perharinya bisa mencapai jutaan rupiah. Ditambah lagi lulusan kedokteran masih sangat dibutuhkan di Indonesia. Jurusan ini menjadi incaran sebagian besar lulusan SMA. Jurusan ekonomi dan bisnis juga demikian. Akuntansi dan ekonomi lulusannya akan diincar dimana-mana. Jurusan ini akan selalu booming karena memang jurusan yang gampang mencari kerja. Ada lagi jurusan teknik, yang pasti akan selalu dipakai di dunia industri. Teknik termasuk jurusan yang diincar banyak orang karena salarynya yang besar. Hukum pun juga demikian. Lulusan hukum hampir bisa bekerja dimana2. Akan tetapi bagaimana dengan jurusan yang tidak favorit seperti MIPA, pertanian, kehutanan, filsafat, budaya? Daripada ngambil jurusan kayak gitu lebih baik berhenti sekolah sekalian. Ngapain? Kerjanya juga gak ada… Inilah anggapan yang beredar di masyarakat. Kerja, kerja, dan kerja… Hanya itulah fungsi kuliah di sini.

Padahal kalau saja orientasi kuliah untuk bekerja ini dihapus, kita bisa katakan segala jurusan memiliki prospek yang bagus. Saya mengatakan prospek, bukan prospek kerja. Sekali lagi saya katakan, kuliah adalah untuk berkarya. Bukan bekerja. Coba saja kita tengok negara-negara maju. Jurusan Ilmu Alam (Natural Sciences)  lulusannya akan dipakai di dunia penelitian sebagai ilmuwan dan hasil riset mereka dapat digunakan untuk perkembangan negara. Jurusan Filsafat juga merupakan jurusan yang bisa dibilang elit diluar negeri karena lulusannya bisa berkontribusi untuk kemajuan peradaban dunia. Jurusan Sastra? Negara lain sangat menjunjung tinggi sastra negara mereka sendiri. Tidak seperti kita yang ogah mempelajari Sastra Indonesia atau Sastra Daerah. Pada intinya sebenarnya jurusan-jurusan yang saya sebutkan diatas memang kurang begitu bisa diterima di dunia komersial atau industri, akan tetapi lebih dari itu, jurusan-jurusan diatas bisa menjadi jurusan yang melahirkan para ilmuwan-ilmuwan besar dan bisa berkontribusi di masyarakat.

Bukankah banyak kita lihat para ilmuwan seperti Albert Einstein, Madame Curie, Antoinne Lavoisier, atau bahkan Yohanes Surya lahir dari fakultas MIPA? Sering sekali anggapan masyarakat keliru soal jurusan ini. MIPA dianggap sebagai jurusan yang mendidik guru atau dosen sehingga lulusannya pun sudah dapat dipastikan bakal menjadi guru atau dosen. Memang sih, jurusan-jurusan seperti matematika dan kimia banyak diserap di dunia perkantoran dan industri, akan tetapi coba lihat jurusan fisika, geografi, atau biologi? Lulusannya susah sekali mencari kerja. Dalam hal ini sebenarnya mereka bisa berkontribusi menjadi peneliti atau mencoba eksperimen baru. Diluar negeri dapat dipastikan lulusan jurusan2 ini akan menjadi ilmuwan. Akan tetapi kembali lagi, di Indonesia sulit untuk bergerak di bidang ini. Hampir tidak ada yayasan yang mau membiayai para peneliti di Indonesia. Walhasil, mereka malah justru dicaplok negara lain. Otak mereka diserap oleh negara lain untuk kepentingan negara itu. Kalau saja kita bisa mencontoh China yang setelah mengirim anak-anaknya ke luar negeri untuk sekolah dan menjadi ilmuwan, mereka memulangkan anak-anak tersebut ke negara asalnya (China) untuk membangun negara. Hasilnya? China telah menjadi negara raksasa sekarang ini berkat para ilmuwan itu. Kenapa Indonesia tidak bisa mencontoh negara China seperti itu?

Yaah, secara keseluruhan, yang ingin saya coba sampaikan adalah kuliah di MIPA bukan berarti kuliah untuk menjadi guru (menjadi guru pun tidak masalah sebenarnya karena guru adalah pekerjaan mulia). Kuliah di MIPA adalah untuk menjadi peneliti agar lulusannya bisa berkontribusi untuk kemajuan masa depan. Guru memiliki jalurnya sendiri di jurusan Ilmu Pendidikan, sementara jalur MIPA adalah menjadi ilmuwan yang bekerja di laboratorium. Oleh karena itu, janganlah takut mengambil jurusan MIPA. JIka memang tujuan kalian adalah menjadi peneliti, maka pilihlah MIPA. Jangan malu kuliah di MIPA hanya karena tidak memberikan prospek “kerja”. Banggalah kuliah di MIPA karena di MIPA-lah para ilmuwan terbesar lahir. Karena MIPA-lah kita bisa merasakan perkembangan dunia yang dirangkai oleh para ilmuwan.

Tentang Joevarian

Just an ordinary boy (or guy maybe? whatever!) who dreams for some unordinary things...
Tulisan ini dipublikasikan di Math & Natural Sciences, The Words dan tag . Tandai permalink.

47 Balasan ke MIPA, Jurusan yang Merancang Ilmuwan

  1. ephandyani berkata:

    pastinya bukan orang tua joe sendiri kan..? he..he..
    whatever happen..yg mempunyai masa depan adalah kalian sebagai generasi penerus..dan genggaman masa depan dimulai dari masa kini,,dengan memgambil keputusan tepat,,telaah..tekun..dan terselesaikan tuntas..! so,,its great y had decided f chemical faculty…hope ur really like to explore the knowledge to knowing how the infinite power for Grateful..

  2. widyastuti berkata:

    wah…jovi udah mau kuliah nih?ambil jurusan apa? MIPA ya? bagus dong… terus mau kuliah dimana? Kalau di Yogya,kapan2 mampir ke rumah tante Widy ya…di Borobudur….

    • joevaryan berkata:

      Waah, tante apa kabar tante?? Iya insya allah tante jovi maen2 ksana klw sempet. Tante juga ke bekasi lg ya,, mampir2…
      Alhamdulillah joe dah diterima di UGM tante. Iya, jurusan MIPA (sama kayak postingannya, hehe).

  3. ica berkata:

    assalamualaikum..
    weeh..weh..weh…

    salam kenal mas joe!!

    masuk kimia ugm juga, wah nanti kita sekelas nih…
    hehe ^_^V

  4. YSir berkata:

    Hai.. Mau komentar
    Menurut saya di Indonesia agak susah jd ilmuwan/peneliti. Disini menjadi ilmuwan blum trlalu dihargai. Beda dgn di luar negeri, apa lagi di negara2 maju. Cita2 saya memang mw jd ilmuwan atau dosen, makanya saya kuliah di MIPA (biologi). Menurut kamu seharusnya lulusan MIPA itu kerja dmana ya? (tentu berhubungan dgn MIPA)

    • joevaryan berkata:

      Betul sekali. Banyak yang berniat menjadi peneliti justru pergi ke luar negeri karena disana mereka lebih dihargai. Tapi rumor yg beredar para peneliti akan mulai dihargai beberapa tahun kedepan.

      MIPA biologi setahu saya juga lumayan bisa terjun di banyak bidang:
      Peneliti: LIPI, Inhutani, Perhutani
      Industri: Perkebunan, pertanian, kehutanan, makanan
      Pendidikan: guru, dosen

  5. Ahmad berkata:

    saya setuju sekali dgn pendapat dan pemikiran anda di atas, I totally agree with u, kita kekurangan iluwan, bukan karena tidak ada yang mau menjadi ilumwan atau tidak ada yang berpotensi untuk itu, tapi karena pemerintah TIDAK memfasilitasi dan mengembangkan potensi para ilmuwan Indonesia tsb. Hix sedih bgt tinggal di Indo

    • joevaryan berkata:

      Sebaliknya, Indonesia punya banyak sekali bibit unggul. Coba lihat orang-orang Indonesia yg belajar di luar negeri. Rata-rata lulus Cum Laude dan melebihi orang2 di negara tersebut. Lagipula kita sering memenangkan olimpiade2 atau lomba2 ilmu pengetahuan lainnya. Tapi outputnya? Apa mereka akan dibiayai oleh pemerintah kita untuk mengembangkan riset dan penelitian? Nyatanya tidak.

      Saya berharap semoga siapapun Presiden terpilih, ke depannya bisa lebih menghargai dan membiayai upaya para peneliti di Indonesia.

  6. dani berkata:

    aku sdg bingung mo ambil jurusn ap !?,aku ipa kls 3

    • joevaryan berkata:

      Hmmm…..

      Sebenarnya yg paling tahu akan jurusan mana yang tepat adalah diri kamu sendiri. Coba deh kamu tengok ke belakang selama di SMA. Apa hobi kamu? Apakah menggambar? Apakah menulis? Apakah bermain sepak bola? Atau bahkan hobi matematika? Kalau kamu sudah tahu hobi apa yang paling kamu sukai (biasanya hobi akan lebih mudah ditelusuri jika kamu ikut aktif dalam organisasi), maka akan lebih mudah menentukan jurusanmu nantinya.

      Kalau memang belum tahu apa hobi kamu, cara lainnya mungkin adalah ikut tes kepribadian yang biasa dilakukan lembaga2 psikologi. Atau jika tidak ada budget, saran saya ikutlah tes kepribadian di internet yang biasanya gratis (bisa dicari via google).

      Alternatif lainnya, coba kamu lihat nilai rapor kamu. Mana mata pelajaran yang memiliki nilai bagus dan mana yang kurang bagus. Nilai pelajaran bagus menandakan kamu memiliki minat yang lebih baik dibandingkan pelajaran2 yang lainnya.

      So,,, don’t ask other people about ur future university subject. IT IS YOUR CHOICE!! Kaulah yang menentukan masa depanmu!!

      Btw, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

  7. aKb berkata:

    ass wr wb,
    wah lega skali kak baca tulisan di atas,
    di SNMPTN saya ambil Matematika UI dan Matematika IPB,
    saya suka sekali matematika,
    saya ingin skali jadi matematikawan, tp mungkin profesi spt itu agak kurang “dihargai” di indonesia.
    bisa tolong jelaskan kak, prospek jurusan mtk tuh seperti apa?
    trus plus-minusnya gmana kak?

    thx,

    NB: doakan saya bisa lulus MTK UI di SNMPTN ya

    • joevaryan berkata:

      Wah, hebat bisa hobi matematika gitu, hehehe… Gk banyak loh yg pny hobi matematika.

      Yang jelas matematika adalah dasar dari segala fenomena dan ilmu pengetahuan. Jadi, menjadi seorang ahli matematika bisa sangat membanggakan lho.

      Yang saya tahu di matematika ada beberapa peminatan, diantaranya:

      -matematika statistik (bisa bekerja di perusahaan asuransi, atau perusahaan2 yg membutuhkan jasa pendataan)

      -matematika komputer (cukup luas dibidang ini, krn skrg ini dunia IT sedang populer)

      -matematika terapan (saya tidak trlalu yakin, tapi sepertinya bisa masuk ke industri permesinan, riset, atau bahkan bank)

      -matematika analisis (peneliti, dosen, dan pengajar)

      Itu saja, smg bisa membantu… Dan semoga SNMPTN bsok Akb mendapatkan hasil yg terbaik… Amieeen.

      NB: Saya jg baru lu2s tahun ini, jd jgn panggil saya “kak” ya, hehehe

  8. takhid berkata:

    joevaryan fisika angkatan berapa , angkatan 09 bukan kalok iya slam kenal nie , q dari fisika 08 , kalok ya salam kenal juga , mempererat tali silaturohmi ya hehee, aku tertarik sama postingan ini dan jarang jarang anak mipa fisika bisa berfikir dalam seperti antum ini di angkatan saya masih banyak anak yang depresi dan frustasi di fiska ya karena mikirin prospeknya itu jadi malas kuliah , bahkan gak ikut responsi dan alhasil ip ya encur dan tambah bepresi . ikut um tapi gak ketrima lagi lah tambah pusing lagi. lah itu yang sedang di alami banyak mahasiswa kusus prodi fisika . semanat terus aja

    • joevaryan berkata:

      Sebelumnya terima kasih sekali sudah berkunjung ke blog saya, kak Takhid.

      Alhamdulillah, terima kasih sekali atas pujiannya ya kak. Saya jadi semangat nulis lagi nigh, hehehe…

      Ya, kak. Saya diangkatan 09. Kakak di UGM juga? Saya bukan di fisika kak. Tapi tetangganya, kimia.

      Oh gitu ya kak. Yah, apa boleh buat sih… Sekarang ini kuliah yang membanggakan cuma di jurusan2 favorit aja. Yah, saya sih berharap semoga kedepannya jurusan MIPA di Indonesia bisa benar2 berkontribusi di dunia penelitian. Insya Allah…

  9. aKb berkata:

    oh gitu ya joe,
    btw, mau tanya lagi dunk,
    kalo lulusan matematika bisa jadi programer gak? (atau profesi lain yg brkaitan dgn computer science)

    • joevaryan berkata:

      Kamu bisa jadi analis program, konsultan IT, juga programmer (menurut dari apa yg saya baca).

      Lebih tertarik ke komputer ya? Kenapa gk ambil computer science aja? atau teknik komputer?

      • aKb berkata:

        wah, gak juga,
        saya tertarik utk ngembangin analisis math dgn bantuan ICT,
        tp tetep, fokus ke math.

        ada situs referensi lain?

  10. joevaryan berkata:

    Situs referensi?? Kyknya saya gk bisa membantu banyak.

    Tp klw emg kamu tertarik masuk ke matematika, dan memang hobi analisis matematika, saran saya ya ambillah matematika. Apalagi kamu kyknya udah ada niat mengembangkan ilmu matematika. Pas deh masuk MIPA, hehehe

  11. Mima berkata:

    Jovie… maba mipa ugm ya???

    sama dunk… udah ngerjain tugas ospek????

    Q setuju bgt ma kamu… MIPA jgn d anggap sepele…

    Lam kenal…

    • Joevarian berkata:

      Yap, mipa ugm juga.

      Salam kenal, mima. Mima dr jurusan apa? Hehe, tugas ospeknya bikin capek. Tapi acara2nya ya lumayan berkesan lha…

  12. Anonim berkata:

    Salam kenal ni..sy juga dl lu2sam mipa ugm,fisika murni.Pemikiran yg anda2 pikirkan,pernah juga terfikir oleh saya.Fisika?MIPA?mw kerja dmn?nmun jika qt memang pintar di bidangnya pasti dapat,dl 2 bln stelah lu2s sy keterima di perusahaan asing untuk pembangkit listrik.Fisika bs kerja dmn2..halliburton,schlumberger n bnyk perusahaan minyak jg membtuhkan,asal qt emang ahli di fisika.So,tetap semangat..gambatte!!

    • Joevarian berkata:

      Yap, itu dia. Asal kita memiliki kemauan dan pikiran positif untuk mengembangkan ilmu yang kita dapat, insya allah prospek tidak perlu kita pikirkan.

      Tapi kebanyakan dari kita justru sudah takut duluan karena masuk MIPA. Takut karena tidak berprospek. Walhasil, kuliah justru jadi tidak semangat.

      Oleh karena itu selama berkuliah milikilah motivasi dan mimpi yang kuat terkait dengan jurusan yang kita pilih. Niscaya masa depan kita sudah ada di dalam genggaman.

      CMIIW

  13. victor berkata:

    “kuliah itu bukan untuk nyari kerja, namun untuk berkarya”

    wah saya kagum kak joe haha…
    beberapa bulan lalu, saya juga bingung jurusan mana yang bagus buat kerja, tapi pas saya melihat tulisan kak joe, saya termotivasi sekali. Terima kasih banyak ya kak joe, haha, Tuhan memberkati!

    • Joevarian berkata:

      Wah, senang sekali jika apa yang saya tulis bisa memotivasi orang lain.

      Terima kasih ya Victor, dan saya harap kamu bisa mendapatkan jurusan terbaik untukmu nantinya. ^^

  14. Nisa berkata:

    Wah.. Tulisan kakak di ats bgus bgt, dn aq suka, q jd lbh mntap lg bwt nglanjtin di mipa
    dlhat dr nilai rapor, nilai matq ckup bgus,,
    smga ni bs jd mdal awalq buat msuk mipa mat
    hm..q mw tny, lo ntr udh kuliah, mipa mat tu dbgi2 mjdi be2rp bgian mat ya?trz qt ntr sruh mlh minat mat yg bgian ap gt?

    • Joevarian berkata:

      Jika masuk MIPA, kamu akan menemui beberapa kuliah yang lebih mendalam dibandingkan di SMA, diantaranya Kalkulus, Aljabar Linear, dsb. Soal kekhususan matematika, ada kekhususan bidang asuransi dan statistika, kekhususan bidang komputer, dsb.

  15. rudi berkata:

    kira-kira passing grade buat kimia murni dan Statistika UTUL UGM nanti berapa yah mas…????
    BUat gambaran aja menghadapi UTUL…
    Trims…

  16. Angga berkata:

    Maaf saya mau komen juga…saya terharu baca tulisan kakak…saya kelas 3 ipa …saking bingungnya mau kuliah apa sampai sekarang saya tdk mencoba mendaftar kuliah manapun…sebetulnya saya sangat mencintai ilmu kimia dan matematika,dari kecil saya suka meneliti dan melakukan percobaan kecil…tapi saya takut kalau saya kuliah di Mipa saya jadi pengangguran…tapi dengan membaca tulisan kakak saya yakin bahwa saya harus percaya diri dan tidak takut…saya percaya bahwa kuliah bukan untuk bekerja tapi untuk berkarya…thanks

  17. mr zhy berkata:

    kak jurusan mipa itu sulit banget yach..!!?

    • Joevarian berkata:

      Sulit apanya nigh?

      apa pelajarannya? Saya pikir semua ilmu itu sulit, tergantung sudut pandang kita melihatnya bagaimana. Tidak aa ilmu yang mudah, kan? ^_^

  18. Haruka_ne berkata:

    uhm…
    aq llsan taon 2010… ska bgt ma math…
    n mawny mask MIPA math…
    qra2 ssh gk ia??? n qra2 bakal dhargain gk d dnia pkerjaan???
    thx..:)

    • Joevarian berkata:

      Siapa bilang? MIPA matematika selain bisa berkontribusi menjadi peneliti (inilah tujuan MIPA) juga bisa bekerja di perbankan, perusahaan asuransi, dan perusahaan – perusahaan yang membutuhkan daya analisis yang kuat. Jadi jangan ragu, ok?

  19. mia berkata:

    huaaaa aku termotivasi banget setelah baca ini :’)
    aku baru aja dapet FMIPA UI, biologi, tadinya mau dilepas… tapi aku pikir kata kata kakak bener, kuliah untuk berkarya bukan bekerja… aku seneng bisa masuk MIPA hhehe
    makasih ya kak! GBU

    • Joevarian berkata:

      Harus seneng, apalagi UI. Hehehehe. Betul, kalau kamu mau kerja, kenapa gk daftar D-3 aja? Kamu daftar di S-1, berarti kamu udah siap masuk ke kancah entrepreneur dan penelitian.

  20. Angga berkata:

    Waah

    Aku lulus UMB di Kimia USU taun ini kak joe :)

    Sempat ragu mau ambil ato gag

    Tapi stelah baca artikel ni aku jadi yakin !

    Makasi kak joe

    Hidup MIPA

  21. UTIH AMARTIWI berkata:

    wah….kejadian itu juga terjadi ama aku. Padahalkan aku paling suka matematika dan ingin mendalaminya di FMIPA. Aku benar-benar merasa udah mantap bgt di MIPA. Tapi kata ortu,”kamu mau jadi apa klo masuk FMIPA? lulusan FMIPA itu masa dpnnya g’ jelas! kenapa kamu g’ ngambil kedokteran atau teknik aja? kan juga banyak hitungannya? bahkan masa depannya udah jelas?”. Duh…sekarang aku dah naik k kls 12. Sbelumnya, aku blm punya alasan utk mpertahankan pilihanku. tapi, stlah mbaca artikel ini, aku punya argumen. Hmm…..moga aja ortu bisa ngerti. Thank’s y…..!

  22. santa lusia berkata:

    hiii tolong saran donk kak jo

    ku lulus di biologi usu ma pend.biologi unimed tahun nii

    ku sihh pengennya ambil yang di usu sementara ortu dukungnya ambil pendidikan dengan alasan yaaa ngak sa ambil akta 4 nya lg
    tpi ku pengenya jadi peneliti bukan guru
    kalo di pendidikan apa bisa kita kerja di lab
    plizz infonya

    • Joevarian berkata:

      Jurusan pendidikan merancang mahasiswa untuk menjadi tenaga pendidik, oleh karena itu kurikulumnya pun disesuaikan khusus untuk mempersiapkan tenaga pendidik. Sementara MIPA mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi tenaga peneliti yang bekerja di laboratorium.

      Saran saya, apabila cita – citamu menjadi peneliti, maka jangan ambil ilmu pendidikan (atau jika ingin menjadi peneliti bisa meneliti ilmu pendidikan biologi). Tapi bukan berarti di ilmu pendidikan kamu tidak bisa menjadi peneliti. Kamu bisa menjadi peneliti di bidang pendidikan, atau di bidang biologi walau kurang spesifik.

  23. santa lusia berkata:

    jadi dengan kata lain klo kita ambil jurusan pendidikan peluang untuk kerja di lab tuh kan tipis

    jadi makin bingung nih kak
    bis ortu desaknya ke pendidikan sih
    n uang kuliah usu malah naik plaa
    hmmmm
    pusing dehhh

    oh ya kak mw nanya lg klo kita ambil akta 4 tuh kuliah nya brapa lama??
    plizz infonya ya
    thanks before

  24. juliadi berkata:

    kak saya baru masuk biologi murni.
    yang saya mau tnya kalau praktek untuk biologi murni mhl g ya kak…………….?

  25. Arif berkata:

    Kalo jurusan statistika tu kerjanya gmn ya? Soalnya pernah dengar kalau saingan statistika (dlm dunia kerja) adl teknik industri.
    Terima kasih.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s