Masuk Bersama, Keluar Juga Bersama


Akhirnya…..

Pengumuman UN yang telah ditunggu-tunggu selama sebulan lebih akhirnya sampai juga…

Awalnya, pengumuman dijadwalkan pada hari Sabtu, tanggal 13 Juni 2009, tepat seminggu setelah UMB dan SMUP. Hari H pun tiba, tapi nyatanya tidak ada pengumuman yang hadir. Ternyata hari itu hanya hasil UN di kota-kota besar yang baru diumumkan (makloem, Bekasi gt looh… DIbilang kecil engga, dibilang besar jg engga :P). Ternyata kami masih harus menunggu lagi hasil UN pada hari Senin. Tapi hari Minggu, muncul desas-desus katanya UN sudah bisa diakses hasilnya lewat SMS. Saya pun turut mencoba, tapi yang keluar justru pernyataan berikut:

“Maaf, nomor anda tidak terdaftar.”

Nah lho! Jangan-jangan nomor saya benar tidak terdaftar. Saya langsung panik. Saya pikir mungkin ada kesalahan teknis pada komputer ITB (ITB yg memeriksa UN di JaBar). Wah, jangan-jangan… jangan-jangan… Ya Allah… Berikanlah yang terbaik bagi hambamu ini Ya Allah! Apapun hasilnya hamba akan menerimanya ya Rabb… Karena cemas, saya menghubungi teman saya yang juga ikutan SMS itu. Ternyata nomor dia juga tidak terdaftar! Selidik punya selidik, ternyata UN lewat SMS cuma bisa diakses untuk sekolah-sekolah di kota-kota besar saja. Jiiiiaaaah,,, emang dasar Bekasi kota GapTek. Saya pun kembali menunggu dan menunggu…

Senin, merupakan jadwal yang dijanjikan untuk pengiriman hasil UN ke rumah masing-masing lewat surat. Adapun yang tidak lulus akan didatangi guru dari sekolah masing-masing. Hari ini juga merupakan hari perkumpulan terakhir anak-anak mantan XI IPA 2. Mantan IPA 2 dan beberapa mantan IPA 1 (sekitar 20 orang) berencana untuk pergi ke Dufan (Hwehwe, belum lulus udah pesta perpisahan aja).

Kami bermain dan menaiki semua wahana di Dufan (It’s thrilling!! ^^), dan setelah makan siang, Maya, menelepon Pak Vidi. Rencananya mau mendengar hasil UN yg mungkin saja sudah datang… Akan tetapi apa kata Pak Vidi?? Ternyata yang tidak lulus ada sekitar 10 – 20 orang!! Whaaaaat??!! Ia juga mengatakan sebaiknya masing-masing berdoa semoga 10-20 orang itu bukan kalian. Segera setelah itu,  atmosfir yang tadinya ceria mendadak suram. Tidak ada satupun anak yang semangat bermain lagi setelah mendengar hal itu (tapi karena tanggung, ya sudah naikkin lagi aja semua wahana, hehe). Walaupun begitu, informasi dari teman-teman yang lain mengatakan bahwa BanSal lulus 100%. Tapi ada jg yg bilang, katanya ada 1 orang yang nggak lulus. Wah, yang mana nigh yang bener?? Ternyata hari inipun informasi kelulusan UN belum sampai ke rumah.

Selasa, ternyata jadwal pengumuman UN diundur hari ini. Mulai ‘teng’ jam 12, muncullah beberapa sms “Saya Lulus” dari orang-orang. Wah, ternyata mereka semua sudah mendapatkan hasil UN dari surat. Tapi kok saya belum ya? Lalu saya sms Ghia, ‘Gy, lw dah dapet surat blum?”, “udah nigh, emang lw belum?” Mendadak saya panik. Hampir semua orang sudah mendapatkan surat tanda kelulusan, tapi kemana surat saya? Jangan-jangan… Kembali saya dihinggapi pikiran negatif… Tapi saya berusaha membuang jauh-jauh pikiran tersebut. Saya terus menunggu surat itu, tapi sampai malam berlalu, tidak ada surat yang datang. Saya semakin diliputi kecemasan, dan untuk menghindarinya saya mencoba berpikir positif. Alah, mungkin tukang pos-nya hanya sedang nyasar. Saya meyakinkan diri saya walau tidak berhasil.

Keesokan harinya, saya langsung bergegas menuju sekolah untuk melihat hasil UN. Sesampainya di depan gerbang, saya bertemu dengan Ayu dan Silvy (anak2 BEC). Kita membahas sedikit soal BEC sampai tiba2 saya melihat sebuah spanduk di depan sekolah bertuliskan:

ALHAMDULILLAH, ANGKATAN SMA BANI SALEH TAHUN 2008/2009 LULUS 100%

Wooohoooooo!!! Bravoooo!!!! Senangnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata (bisa lebay juga gw :P). Langsung saya masuk ke sekolah untuk memastikan. Saya pun menemui Bu Eva, wali kelas saya selama 2 tahun. “Bu, berapa hasil UN saya, bu?” Pertanyaan saya itu dijawab oleh Ajeng, yang kebetulan sedang membantu Bu Eva memasukkan nilai-nilai. “Nilai lo tanggung Joe, bentar lagi NEM lo 8 tuh…” Waah, ternyata NEM saya gak tinggi seperti yang saya harapkan T_T, cuma 7,95.

Beberapa pelajaran yang saya targetkan bagus, justru lebih jelek dari yang saya kira. Bahasa Indonesia yang saya targetkan 8,50 justru anjlok di angka 7,20. Bahasa inggris yang ditargetkan 9,50 ternyata cuma 8,20. Cuma 1 nilai yang bagus, yaitu kimia dengan nilai 9,25 (diatas target saya yaitu 9,00). Sisanya, sesuai target sihh, walau tidak memuaskan. Hikz2… Tapi ada yg membuat saya mengusapkan dada. Rata-rata siswa yang biasa mendapatkan ranking dan terkenal pintar justru memperoleh nilai-nilai terendah dibandingkan dengan yang lainnya. Kepada mereka, saya hanya bisa mengucapkan salut karena nilai NEM mereka adalah murni hasil jerih payah mereka sendiri.

Sepulang sekolah, mbak Lili mengatakan, “Mas Joe, tuh suratnya udah dateng…” Jiiiaaaah!!! Telat banget tuh tukang pos! Tapi sekarang ini ada satu hal yang saya pikirkan… Apakah di UGM nanti sayalah yang memiliki NEM terendah di SMA? Apakah sebenarnya saya pantas masuk UGM??

Tentang Joevarian

Just an ordinary boy (or guy maybe? whatever!) who dreams for some unordinary things...
Pos ini dipublikasikan di Philosophy, The Words dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Masuk Bersama, Keluar Juga Bersama

  1. Pargodungan berkata:

    Wah, selamat ya atas kesuksesan yang Anda raih. Tulisan kamu enak dibaca.🙂
    Dan, tentu saja Anda pantas masuk UGM.

  2. nickafdhal berkata:

    wuizz wuizz wuizz… udah bukan anak sekolahan lagi yah Joe..?!

    sekarang, “Si Joe-Joe Anak Kuliahan”

    • joevaryan berkata:

      Iya kak, alhamdulillah, hehe…

      Penantian selama sebulan akhirnya berujung manis…

      Jiiiaaaah, kyk judul film tuh. Si D**L anak sekolahan, hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s